Laman

Selasa, 05 April 2016

Ketua Komisi C DPRK Kab Pidie PEDULI dengan Terminal Angkot demi Amanah Warganya

lintas pidie,Drs Isa Alima Ketua Komosi C DPRK Pidie
 bersama Bpk Sunarwan Staf Dirjen Keemnhub RI
 menyerahkan dokumen DED 
Lintas Pidie Rabu 6/4/16 ketika lintas pidie mencoba menghubungi salah satu anggota DPRK Kab Pidie Bapak Drs  Isa Alima  untuk menanyakan tentang terminal Labi labi yang ada di Pasar Pantai Teungeh mengatakan dengan Tegas atas keperihatinannya terhadap Terminal Angkutan Kota tersebut (Labi-Labi) di Kabupaten Pidie Aceh, selama bertahun-tahun terbengkalai" membuat Ketua Komisi C DPR Kabupaten (DPRK) Pidie Drs M Isa Alima menyampaikan keluhan masyarakat Pidie secara langsung Kementerian Perhubungan RI, (5/5) di Jakarta.

kedatangannya di Jakarta guna mengunjungi Kementerian Perhubungan merupakan bentuk tanggungjawab dirinya sebagai wakil rakyat dalam menyampaikan aspirasi masyarakat Pidie, siapa lagi yang peduli terhadap pembangunan di Pidie ini kalau bukan warganya sendiri, ungkap Isa Alima dengan serius

“Kami meminta kesediaan Pemerintah Pusat untuk membenahi dan perbaikan Terminal Angkot di Desa Pantei Teungeh Kabupaten Pidie Aceh yang terbengkalai bertahun-tahun,” ujarnya berharap 

Masyarakat Pidie,kata Isa, sudah merindukan dapat memiliki terminal yang respresentatif,“Saat ini angkutan antar kota  di Kota Sigli terkesan semtawut dan kumuh, karena tidak ada terminal yang respresentaif,” ujar Isa dengan penuh semangat

Dengan dibangunnya terminal yang memiliki fasilitas sarana dan prasana pendukung akan sangat membantu aktifitas masyarakat dibidang perekonomian maupun sosial, “Hasil tani akan mudah mendapat akses transportasi, termasuk angkutan bagi anak-anak yang ingin sekolah,. apalagi nantinya Kab Pidie akan dibangun Pabrik Semen" . ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Pidie Partai Gerindra ini.

 Dalam perbincangan, Isa menjelaskan telah menyampaikan informasi terkait pembangunan terminal angkot di Pidie dan telah diterima pihak Kementerian Perhubungan Darat, dan warga Pidie yakin bahwa Kab Pidie akan menjadi Kab Besar di Prov Aceh dan menjadi tempat tujuan para Investor luar.

"saya sangat puas dan senang dapat disambut dan diterima dengan baik, semoga Kemenhub dapat segera memtuskan pembangunan terminal angkot yang layak dan indah bagi warga Pidie" saya sebagai wakil dari rakyat Pidie wajib dan akan terus berjuang demi pembangunan kab Pidie agar masyarakat Pidie semakin maju dan sejahtera sesuai pesan para pendahulu kita,   Salam Indonesia raya ....                                                                      ...(budi tea_



Kamis, 18 Februari 2016

KETUA BNPB PUSAT MENINJAU LOKASI BANJIR DI KAB PIDIE

.

Pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2016  di Kecamatan Muara Tiga Laweng telah dikunjungi oleh  Kepala BPBN Pusat an. Laksda TNI William Rampangile  dalam rangka meninjau dampak pasca banjir di  desa papeun Kec. Muara tiga. Kab Pidie,  dalam lawatan BNPB tersebut dihadiri juga dari unsur Muspida dan Muspika,  dalam acara ini masyarakat Kecamatan Mutiara Tiga sangat Antusias dan senang dengan kehadiran Bpk. Wiliam Rampangnille. acara ini dapat terwujud berkat koordinasi Ketua BNPBA Apriadi dan Ketua Komisi C  DPRK Pidie Isa Alima. " Kami sebagai wakil rakyat langsung datang ke Jakarta menyampaikan dampak kerusakan pasca bencana banjir dan penderitaan masyarakat Pidie yang terkena bencana. Bapak William langsung merespon laporan kami dan datang meninjau wilayah ini " ujar Isa Alima kepada Lintaspidie dengan semangat..
Kegiatan tinjauan BNPB tersebut di awali dengan sambutan Kepala Bappeda tentang penjelasan geografis letak Kabupaten Pidie yang rawan banjir ini akibat kerusakan hutan serta alih fungsi hutan yang ada dan juga karena sungai yang tidak dapat menampung debit air bila terjadi curah hujan yang tinggi di Kabupaten Pidie.

"   Kami  di Kab Pidie dalam awal tahun ini sudah beberapa kali mengalami banjir, akibatnya banyak kerugian yang  kami alami seperti hanyut beberapa rumah warga, kerusakan jembatan, terendamnya sawah-sawah,  warga baru memasuki masa-masa tanam.dan Tambak ikan/udang yang siap panen.

 Kami juga memohon bantuan rehap rekon dari Pusat dalam hal untuk mengurangi beban warga yang terkena dampak dari banjir yg melanda Kab Pidie" ujar H Sarjani Abdullah selaku Bupati Pidie yang ikut memberikan kata sambutan kepada Kepala BNPB."Penanganan serius dampak banjir ini sejalan dengan kebijakan nasional yang meutamakan resiko nasional akibat bencana, terutama banjir dan longsor.  BNPB Pusat  akan menangapi usulan pemda untuk membantu kesulitan warga di Kab Pidie dan berjanji akan membantu rehap rekon serta normalisasi sungai-sungai yang perlu penanganan agar di Kab Pidie bencana banjir tdk terulang lagi" ujar Kepala BNPB dalam mengambil kata sambutan terhadap masyarakat serempat.


  Dalam kesempatan ini Bapak Ketua BNPB Pusat juga memberikan bantuan awal berupa uang sebanyak Rp 538 juta yang diterima langsung oleh Bupati Pidie H Sarjani Abdullah..          (Galih S)

Kamis, 11 Februari 2016

PANGLIMA POLEM PAHLAWAN ACEH YG MELEGENDA DAN NASIONALIS

Aceh News – “KPK”, " Selintas Kisah Nasionalisme, Figur Pahlawan Aceh yang melegenda dan Terlupakan….” disini Lintas Pidie akan mencoba mengulas ttg kepahlawanan milik Bangsa Indonesia yg ternyata salah satu putra asal PIDIE

Aceh-KPK : Ketika mendengar kata "Panglima Polim", pasti ingatan kita akan kembali saat kita masih awal mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD), disitu kita dikenalkan dengan sejumlah tokoh pejuang yang termasuk deretan pahlawan nasional atau pejuang nasional.  Yach... salah satu dari sekian banyak figur pahlawan nasional Indonesia yang masih kita ingat sampai detik ini yang berasal dari Aceh yang melahirkan beberapa tokoh pejuang nasional Islam seperti Cut Nya Dien (makamnya di Sumedang Jawa Barat), Teuku Umar, Teuku Cik Di Tiro dan Panglima Polim di Aceh Besar.

Selaku pejuang nasional, sosok Panglima Polim bukan satu nama yang asing bagi kita dan gelar Panglima Polem bukan sosok nama satu orang, melainkan sebutan (gelar) turun temurun dari Teuku Imum Itam Maharaja atau dikenal dengan Teuku Di Batee Timoh dan julukan Panglima Polem diturunkan kepada anaknya.

Cut Sakti Lamcot adalah salah satu anaknya yang pertama kali diberikan gelar Panglima Polem. Regenerasi gelar terjadi setelah Cut Sakti Lamcot meninggal dunia, gelar Panglima Polem diwariskan kepada Sri Muda Perkasa Teuku Panglima Polem Cut Lahat, Sri Muda Perkasa Teuku Panglima Polem Cut Kleung, Sri Muda Perkasa Panglima Polem Cut Ahmad (1845), Sri Muda Perkasa Teuku Panglima Polem Mahmud Cut Banta (1879), Sri Muda Teuku Panglima Polem Ibrahim Muda Raja Kuala (1896), dan Sri Muda Perkasa Teuku Panglima Polem Muhammad Daud (1896-1936).

Pada umumnya, foto yang beredar luas dan dikenal orang dengan foto yang berpose kaca mata bulat dan kupiah meukeutop itu adalah Teuku Panglima Polem Muhammad Daud. Muhammad Daud beristrikan Teuku Ratna, dari istrinya ini lahir seorang putra bernama Teuku Panglima Polem Muhammad Ali atau Panglima Sagi XXII Mukim.

Jika kita berkunjung ke makam Panglima Polim dari Banda Aceh menggunakan kendaraan, baik roda dua atau mobil hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, saat sudah memasuki kawasan Lampakuk, ibu kota dari Kec. Cot Glie, Aceh Besar berarti kita sudah bisa bertanya pada warga setempat untuk petunjuk arah masuk ke lokasi makam tersebut.  Berhubung pamflet bertuliskan makam Panglima Polem sudah tidak terlihat jelas dan lapuk dimakan usia. Komplek makam Panglima Polem tepatnya berada di Desa Lam Sie, Kec. Kuta Cot Glie, Kab. Aceh Besar. Tidak begitu jauh dari jalan raya Banda Aceh – Medan. Kondisi jalan ke kampung setempat sudah aspal dan bisa dilalui roda empat. Sekitar  beberapa ratus meter masuk ke desa Lam Sie, kita akan jumpa komplek Dayah T. Panglima Polem. Perjalanan belum berakhir, untuk menuju komplek makam masih butuh waktu sekitar 10 menit.

Catatan singkat sejarah perjuangan Panglima Polim demi NKRI :

Teuku Muhammad Ali Panglima Polim, selanjutnya (TMA) Panglima Polim adalah putra Aceh yang patut dikenang bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan. TMA Panglima Polim semasa hidupnya (1905-1974) sebagai pejuang sejati kemerdekaan Indonesia.

TMA pernah meninggalkan catatan pengalaman perjuangannya yang mengisahkan bagaimana kesetiaan Aceh terhadap NKRI. Catatan tsb berjudul “Memoir” yang ditulis sendiri Panglima Polim, dalam kata pengantarnya disebutkan, “Uraian dalam Memoir ini berdasarkan pengalaman yang saya kerjakan, yang saya lihat, saya dengar, saya alami, ataupun berdasarkan laporan-laporan di masa lampau”.

Catatan Memoir TMA Panglima Polim ini lama sekali terbekukan dalam bentuk tensilan, tidak ada yang membukukan secara sempurna. Padahal Memoir TMA Panglima Polim ini adalah suatu catatan sejarah yang sangat berharga dan penting diketahui setiap anak bangsa di negeri ini, karena dalam catatan Memoir ini kita akan memahami bagaimana setianya rakyat Aceh terhadap Republik Indonesia.

Kita bersyukur, akhirnya catatan Memoir TMA Panglima Polim yang berharga ini kemudian dibukukan dengan judul “Teuku Muhammad Ali Panglima Polim, Sumbangsih Aceh Bagi Bagi Republik”. Memoir yang disunting Dr. Teuku Muhammad Isa, MPH,MA dan diterbitkan pustaka Sinar Harapan Jakarta, tahun. 1996 ini, memang menarik difahami isinya. Menariknya bukan saja kerana lika-liku perjuangan TMA Panglima Polim yang telah mengabdikan hampir seluruh hidupnya kepada NKRI, tapi dengan Memoir tsb, kita akan mengatahui sejarah bagaimana kesetiaan rakyat Aceh terhadap Republik bernama Indonesia.

TMA Panglima Polim adalah sosok pelaku sejarah yang tak dapat diputar balikkan faktanya bagaimana Aceh menyelamatkan Indonesia di awal-awal merdekanya. Keterlibatan TMA Panglima Polim menyelamatkan kemerdekaan Indonesia tidak hanya setelah Soekarno memproklamirkan kemerdekaan yang saat itu Indonesia sangat membutuhkan berbagai bantuan masyarakat Aceh untuk menyelamatkan kemerdekaan ini. Tapi jauh sebelum itu TMA Panglima Polim pernah berikrar seperti tertulis dalam catatan Memoir-nya: "pada suatu hari saya (TMA Panglima Polim) bersama T.Nyak Arif, Tjut Hasan, T. Ahmad Djeunieb, T. Djohan Meuraksa dan Tgk. Ali Keurukon dalam suatu permufakatan mengucapkan ikrar bersama dengan sumpah, kami berjanji jika ada kesempatan akan melawan penjajahan Belanda.” Ternyata, kesempatan itu datang menantang TMA Panglima Polim pada tahun 1942. Keadaan Indonesia saat itu semakin genting, termasuk di Aceh. Maka tepatnya tanggal 24 Pebruari 1942, TMA Panglima Polim mengomandoi sebuah gerakan melawan Belanda di Seulimum, Aceh Basar.

Sebelum penyerangan dilakukan, TMA Panglima Polim sempat memberikan pidato singkat kepada rakyat Seulimum yang akan ikut gerakan pemberontakan terhadap Belanda. “Pemberotakan ini adalah pemberontakan perang mengusir Belanda musuh kita, dan ini adalah perang suci. Oleh sebab itu dalam perang ini perlu dijaga norma-norma kesopanan menurut petunjuk agama, jangan melewati batas, jangan membunuh wanita, anak-anak dan orang tua,” kata TMA Panglima Polim dalam pidatonya ketika itu.

Maka tepat tengah malam 24 Pebruari 1942 penyerangan dilakukan, Belanda kalang kabut, seorang Controleur Belanda bernama Tigerman yang bertugas di Pos Kolonial Seulimum terbunuh dalam pemberontakan itu. Esok harinya langsung tersiar berita keseluruh Aceh bahwa TMA Panglima Polim sudah melakukan pemberontakan terhadap Belanda di Seulimum, Aceh Besar.

Berita itu sekaligus membuat Belanda marah di Kuta Raja (sekarang Banda Aceh). Saat itu Belanda langsung mengirimkan seorang pimpinannya Mayor Palman Van de Broek ke Seulimum untuk memburu Panglima Polim. Semua Uleebalang XXII Mukim dikumpulkan Mayor Palman di Seulimum. Di hadapan semua Uleebalang XXII Mukim itu Mayor Palman Van de Broek berkata: “Kalau TMA Panglima Polim dapat ditangkap tidak akan ditembak, tetapi bawa ia ke Seulimum untuk disalip dan dipertontonkan kepada seluruh ahli familinya dan semua rakyat dalam XXII Mukim.

Saat itu Van de Broek juga mengatakan, bagi siapa yang dapat menangkap Tjut Nyak Bungsu (istri TMA Panglima Polim) akan diberi hadiah Fl. 25.000,-. “Saya di sini pengganti Tuhan, pengganti Nabi Muhammad, Controleur dan panglima sagi,” kata Mayor Palman Van de Broek dengan penuh kemarahan akibat pemberontakan yang dilakukan TMA Panglima Polim di Seulimum ketika itu.

Sebagai putra bangsa yang setia pada perjuangan kemerdekaan TMA Panglima Polim juga tak tinggal diam pada masa pendudukan Jepang di Aceh. Meskipun posisinya sebagai Kosai Kyokutyo (Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat) Pemerintahan Jepang waktu itu, TMA Panglima Polim tatap saja berjuang memonitor perkembangan perjuangan kemerdekaan.

Sampai suatu hari tepatnya 23 Agustus 1945, TMA Panglima Polim bersama T.Nyak Arif dan Tgk. Muhammad Daud Beureueh dipanggil Tyokang (Kepala Pemerintahan Sipil Jepang untuk Aceh) memberi tahu bahwa Jepang sedang berdamai dengan sekutu, karena dijatuhkannya bom atom di Hirosyima. Dari pemberitahuan itu sebenarnya TMA Panglima Polim, T. Nyak Arif dan Daud Beureueh sudah tabu bahwa Jepang sudah menyerah kalah.

Berita itu bukannya membuat Panglima Polim dan T.Nyak Arif bertambah lega, melainkan makin bertambah panik. Apalagi saat itu berkembang desas-desus ada kelompok yang telah membentuk Comite van Ontvangst untuk menyambut kedatangan Belanda kembali di Aceh. Untung saja saat itu segera tersiar kabar bahwa Indonesia telah diproklamirkan kemerdekaannya oleh Sukarno-Hatta di Jakarta. Berita prolamasi itu semula diterima seorang pegawai Indonesia pada Jawatan Perhubungan Tentara Jepang, yaitu Saudara Radjalis yang kemudian diteruskan kepada saudara Hadji Djamin pegawai Pos Kutaraja untuk disampaikan kepada T.Nyak Arif.

Bersamaan dengan itu, berita-berita intruksi sekitar proklamasi Indonesia lainnya juga datang dari Bukit Tinggi untuk Aceh. Saat itu, T. Nyak Arif besama TMA Panglima Polim langsung mengambil inisiatif memanggil orang-orang penting di Aceh untuk bersumpah setia kepada Negera Republik Indonesia.

TMA Panglima Polim dalam buku Memoir-nya menceritakan, sumpah setia terhadap negera Republik Indonesia ini mula-mula diucapkan T.Nyak Arif, setalah itu saya TMA Panglima Polim yang kemudian diteruskan oleh semua yang hadir termasuk Tgk. Muhammad Daud Beureueh. Sedangkan yang menjadi juru sumpah saat itu adalah Tgk. Syeh Saman Siron.

Setelah itu, berdasarkan hasil mufakat T.Nyak Arif diangkat menjadi Residen dan TMA Panglima Polim sebagai asisten Residen untuk menaikan Bendera Merah Putih di depan kantornya. Setelah itu penaikan Bendera Merah Putih ini dilanjutkan ke kantor pusat pemerintahan Tyokang yang bermarkas di komplek (baperis sekarang).Saat itu Van de Broek juga mengatakan, bagi siapa yang dapat menangkap Tjut Nyak Bungsu (istri TMA Panglima Polim) akan diberi hadiah Fl. 25.000,-. “Saya di sini pengganti Tuhan, pengganti Nabi Muhammad, Controleur dan panglima sagi,” kata Mayor Palman Van de Broek dengan penuh kemarahan akibat pemberontakan yang dilakukan TMA Panglima Polim di Seulimum ketika itu.

Sebagai putra bangsa yang setia pada perjuangan kemerdekaan TMA Panglima Polim juga tak tinggal diam pada masa pendudukan Jepang di Aceh. Meskipun posisinya sebagai Kosai Kyokutyo (Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat) Pemerintahan Jepang waktu itu, TMA Panglima Polim tatap saja berjuang memonitor perkembangan perjuangan kemerdekaan.

Sampai suatu hari tepatnya 23 Agustus 1945, TMA Panglima Polim bersama T.Nyak Arif dan Tgk. Muhammad Daud Beureueh dipanggil Tyokang (Kepala Pemerintahan Sipil Jepang untuk Aceh) memberi tahu bahwa Jepang sedang berdamai dengan sekutu, karena dijatuhkannya bom atom di Hirosyima. Dari pemberitahuan itu sbenarnya TMA Panglima Polim, T.Nyak Arif dan Daud Beureueh sudah tabu bahwa Jepang sudah menyerah kalah.

Berita itu bukannya membuat Panglima Polim dan T.Nyak Arif bertambah lega, melainkan makin bertambah panik. Apalagi saat itu berkembang desas-desus ada kelompok yang telah membentuk Comite van Ontvangst untuk menyambut kedatangan Belanda kembali di Aceh. Untung saja saat itu segera tersiar kabar bahwa Indonesia telah diproklamirkan kemerdekaannya oleh Sukarno-Hatta di Jakarta. Berita prolamasi itu semula diterima oleh seorang pegawai Indonesia pada Jawatan Perhubungan Tentara Jepang, yaitu Saudara Radjalis yang kemudian diteruskan kepada saudara Hadji Djamin pegawai Pos Kutaraja untuk disampaikan kepada T.Nyak Arif.

Bersamaan dengan itu, berita-berita intruksi sekitar proklamasi Indonesia lainnya juga datang dari Bukit Tinggi untuk Aceh. Saat itu, T. Nyak Arif besama TMA Panglima Polim langsung mengambil inisiatif memanggil orang-orang penting di Aceh untuk bersumpah setia kepada Negera Republik Indonesia.

TMA Panglima Polim dalam buku Memoir-nya menceritakan, sumpah setia terhadap negera Republik Indonesia ini mula-mula diucapkan T.Nyak Arif, setalah itu saya TMA Panglima Polim yang kemudian diteruskan oleh semua yang hadir termasuk Tgk. Muhammad Daud Beureueh. Sedangkan yang menjadi juru sumpah saat itu adalah Tgk. Syeh Saman Siron.

Setelah itu, berdasarkan hasil mufakat T.Nyak Arif diangkat menjadi Residen dan TMA Panglima Polim sebagai asisten Residen untuk menaikan Bendera Merah Putih di depan kantornya. Setelah itu penaikan Bendera Merah Putih ini dilanjutkan ke kantor pusat pemerintahan Tyokang yang bermarkas di komplek (baperis sekarang). Namun penaikan bendera Merah Putih di depan kantor Tyokang ini, setelah dinaikkan bendera Indonesia ini diturunkan kembali oleh Jepang. T.Nyak Arif bersama TMA Panglima Polim sangat marah. T.Nyak Arif dengan memegang pistol bersama rombongannya kembali ke kantor pusat pemerintahan untuk menaikkan bendera Indonesia kembali halaman kontor itu. T.Nyak Arif mengancam dengan memerintahkan kepada Polisi Istimewa, siapa yang berani menurunkan lagi bendera Merah Putih ini tembak mati mereka, perintah T.Nyak Arif.

Maka berkibarlah Sang Merah Putih untuk pertama kalinya di Aceh dari siang hingga malam hari sebagai lambang cinta dan kesetiaan Aceh terhadap Republik Indonesia.

Kesetiaan Aceh yang diberikan untuk Indonesia ternyata tidah hanya sebatas ikrar tokoh-tokoh perjuangan yang bersumpah akan mpnyelamatkan Indonesia dari musuh-musuh penjajahan. Setalah Indonesia memproklamirkan diri sebagai sebuah nagara yang merdeka, Indonesia tidak segan-segan menyampaikan kesulitannya kepada Aceh. Seperti seorang anak yang tidak segan segan meminta bantuan kepada orang tuanya.

Ketika Presiden Sukarno berkunjung ke Aceh bulan Juni 1948, Sukarno atas nama rakyat Indonesia dalam sebuah pidato jamuan malam di Hotel Aceh dengan sejumlah pengusaha Aceh, waktu itu GASIDA (Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh), Presiden Sukarno tidak segan-segan meminta rakyar Aceh untuk dapat membelikan sebuah pesawat Ketika Presiden Sukarno berkunjung ke Aceh bulan Juni 1948, Sukarno atas nama rakyat Indonesia dalam sebuah pidato jamuan malam di Hotel Aceh dengan sejumlah pengusaha Aceh, waktu itu GASIDA (Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh), Presiden Sukarno tidak segan-segan meminta rakyar Aceh untuk dapat membelikan sebuah pesawat udara untuk kepentingan pemerintahan Indonesia yang baru merdeka. “Saya belum mau makan malam sebelum ada jawaban pasti ‘ya’ atau ‘tidak’ dari saudara-saudara,” kata Presiden Sukarno diakhir pidatonya malam itu. Maksudnya, Sukarno ingin sebuah jawaban yang jelas dari rakyat Aceh untuk menyanggupi memberikan sebuah pesawat udara untuk kepentingan perjuangan Indonesia yang baru merdeka.

Dalam hal ini lagi-lagi TMA Panglima Polim diuji kesetiannya kepada Republik Indonesia. Tanpa basa-basi atas nama GASIDA TMA Panglima Polim mengabulkan permintaan Presiden Sukarno untuk menyumbangkan sebuah pesawat terbang kepada pemerintah Republik Indonesia.

Harga sebuah kapal terbang jenis Dakota (bekas pakai) waktu itu sekitar 120.000,00 Dolar Malaysia. Kalau dengan harga emas sebanyak 25 Kg emas. Lalu dibentuklah panitia pembelian pesawat terbang oleh GASIDA, TMA Panglima Polim dipercayakan mengetuai panitia pembelian pesawat tersebut.

Beberapa hari setelah itu TMA Panglima Polim menemui Residen Aceh untuk membicarakan teknis penyerahan pesawat itu secara simbolis kepada pemerintah Republik Indonesia. Yang anehnya, saking setianya rakyat Aceh kepada NKRI pesawat yang diminta Sukarno tidak hanya satu yang disumbangkan, tapi dua pesawat sekaligus. Yang satu pesawat sumbangan dari GASIDA, yang satu lagi sumbangan seluruh rakyat Aceh. Dua pesawat hasil sumbangan Aceh kepada Republik Indonesia ini kemudian diberi nama “Seulawah 01” dan “Seulawah 02”. Dua pesawat inilah yang merupakan cikal bakal lahirnya perusahaan penerbangan Garuda Indonesia.

Sayangnya, meskipun TMA Panglima Polim salah seorang putra terbaik bangsa Indonesia di Aceh yang telah mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di hari-hari tuanya, nasib Panglima Polim sungguh menyedihkan.

Setelah hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk perjuangan, sangat pantas kalau para ahli waris panglima Polim mempertanyakan apakah ia dapat memperoleh uang pensiun selaku pejabat negara Republik Indonesia. Di tengah duka nestapa, akhirnya TMA Panglima Polim menghembuskan nafas terakhir, kembali kehadhirat Ilahi Rabbi, 6 Januari 1974.  Sungguh sebuah kesetiaan pengabdian yang diberikan kepada Bangsa. Secara kasat mata, duka nestapa (alm) Panglima Polim sampai saat ini bisa kita lihat... walaupun makam alm. Panglima Polim termasuk dalam asset cagar budaya pemerintah daerah (entah sumber dana APBD atau APBA/Provinsi) yang seharusnya dijaga dan dirawat, namun kenyataannya jauh panggang dari api, sangat tidak terawat,  penuh sampah dan kotor.  Kita ingat pepatah yang tidak kalah tuanya, bahwa " bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya.." (Hendra kpk/staf redaksi/perwakilan Aceh-Aceh Besar).

Selasa, 09 Februari 2016

KOTA SIGLI GELAP GULITA AKIBAT MELEDAKNYA GARDU LISTRIK DI JLN DIPENOGORO BLOK BENGKEL

Tepat pukul 23.00 Wib gardu listrik di jalan Dipenogoro tepatnya yg berada disisi kanan Jln Blok Bengkel mengeluarkan dentuman keras

Lintas Pidie sedang asyik duduk di warung kopi di pinggir jalan perdagangan tiba tiba tepat pukul 23.02 Wib terdengar dentuman keras seketika itu juga langsung padam di sebagian kota Sigli  suara yang keras mengakibatkan masyarakat sekitar panik dan was was

Beberapa menit kemudian Lintas Pidie mencoba menghubungi Menejer Area PLN Sigli untuk menginformasikan kejadian tersebut dan langsung di respon dengan cepat  oleh bpk Haris Andika dan akan segera kami luncurkan unit perbaikan ke TKP ujarnya dg penuh semangat. Selanjutnya bpk Haris Andika meberikan keterangan bahwa sekitar pukul 16.30 tadi sore tim kami sdh memperbaiki gardu tsb berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa gardu tsb mengeluarkan asap dan percikan api dan selesai. Mudah mudahan dalam waktu 45 menit akan kembali normal tidak akan lama pemadaman ini. Begitulah sekilas info yg dapat kami berikan

KEPEDULIAN ANGGOTA DPRK PIDIE DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM UPAYANYA REHAB PASCA BANJIR

Bpk Isa Alima berjabat tangan dengan Bpk Gatot Satria
Isa Alima Ketua Komisi C DPRK Pidie bersama bpk Gatot Satria Kabid Darurat di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI).09216

Merespon keluhan masyarakat pasca banjir di Kabupaten Pidie, Ketua Komisi C DPR Kabupaten Pidie,  Isa Alima, bertemu Kabid Darurat BNPB Pusat, Gatot Satria, Selasa (9/2) di Jakarta.
Pertemuan tersebut selain Isa Alima juga hadir Apriadi selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)kab Pidie serta Kepala Bappeda Pidie, Muhammad Adam.
Menurut Isa Alima, respon pemerintah dan DPR menanggulangi permasalahan rakyat pasca banjir menjadi prioritas utama yang perlu dilaksanakan. "Dana darurat perlu segera dicari, kata Isa.
Dalam pertemuan tersebut, pihaknya mengupayakan permohonan dana sebesar Rp 23 Miliar untuk perbaikan dan membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana banjir dua minggu yang lalu.
"Jembatan ada beberapa unit yang perlu di bangun kembali, seperti di Gampong Papeun Muara Tiga" ujar Isa Alima yang turut serta hadir di lapangam saat banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Pidie.
Upaya yang sedang ditempuh kata Isa, perlu mendapat respon yang baik dari pemerintah pusat. Karena lanjutnya, permohonan ini sesuai dengan kebutuhan darurat di lapangan. "Demi kebutuhan masyarakat, pemerintah pusat harus mengambil peran penting," tegasnya.

Sabtu, 06 Februari 2016

Mengenal apa itu ALAABAS

Banyak masyarakat Aceh yg belum mengerti ttg Renc pembentukan Provinsi Aceh Louser Antara Aceh Barat Selatan atau yg dikenal ALAABAS terutama di Kab Kab yg tidak termasuk Pemekaran Provinsi ini.
pemekaran makin di depan mata diharapkan dengan terbentuknya Pemekaran Provinsi ALAABAS akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Termasuk masyarakat Aceh yang sekarang.  Pemekaran tersebut mendapatkan respon yang sangat luar biasa  masyarakatnya penuh dengan harapan agar cita cita ini menjadi kenyataan.  
Tak luput pula Lintas Pidie berkesempatan untuk mewancarai dg para tokoh tokoh ALAABAS  mari kita simak penelusuran Lintas Pidie
Ratusan Pemuda dan Mahasiswa Barat Selatan Konvoi Menuju Meulaboh 
• Ratusan pemuda dan mahasiswa barat selatan dengan atribut lengkap yang berkonvoi menuju Meulaboh bergerak dari stadion H Dimurtala pada pukul 11.00. Sesuai dengan rencana, Rombongan Konvoi menitipkan bendera ALABAS di Kantor DPRA.
“Kami telah menitip bendera di DPRA baru saja kami naikkan di tiang utama.” Ungkap Poen Che’k ketua rombongan Aceh Jaya kepada lintas Pidie
Dengan semangat yg berapi api
Khairul Munadi, Koordinator Konvoi mengatakan kepada Lintas Pidie “Peserta Konvoi sangat bersemangat, Kami selanjutnya akan memasang Spanduk Selamat Datang di Provinsi ALABAS di Geurutee.”
Mutia Anzib, Ketua KP3 Aceh Jaya menyatakan “Di Calang, masyarakat Aceh Jaya sudah siap menanti dan menjamu peserta konvoi yang saat ini sudah bergerak, kami siapkan nasi untuk berapapun peserta yang ikut serta, masyarakat Aceh Jaya sangat antusias terhadap pemekaran Aceh Provinsi Baru (ALABAS) adalah harapan bersama,” tutup Mutia. Mengakhiri wawancara kami di tengah hiruk pikuknya suasana
Sementara itu, Lintas Pidie mengikuti konvoi dengan cuaca disepanjang jalan BNA – MBO terlihat berawan. Ini sangat mendukung perjalanan peserta konvoi hingga tiba di Meulaboh. 
Aksi tersebut dilakukan untuk menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa masyarakat di wilayah Aceh Barat Selatan (ABAS) sangat mendukung bergabung dengan ALA, Jika ALA Di Bentuk Provinsi.       Mari kita dukung pemekeran ini.               Bagas

Kamis, 04 Februari 2016

Kegiatan Partai GERINDRA Kab Pidie Dalam Rangka Ulang Tahunnya Yang Ke 8


Ketua DPC Partai Gerindra, Bpk Drs Isa Alima ikut berpatisipasi dalam membangun masyarakat menuju sehat dan cerdas dengan gerakann yang disebut REVOLUSI PUTIH, apa itu Revolusi putih mari kita simak ulasan dari Lintas Pidie.




Tepat nanti tanggal 6 Feb 2016 Partai Gerindra merayakan ulang tahunnya yang ke 8 yang rencananya akan di selenggarakan di Banda Aceh. Demikian ujar Ketua Gerindra Pidie Bpk  Drs Isa Alima   dan selanjutnya dari masing masung DPC Gerindra di Kabupaten Pidie saat ini melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan agenda membagi bagikan sembako dan alat tulis kepada karyawan dinas kebersihan. Pantai asuhan Mina Raya dan Bambi  dengan tema Revolusi Putih yang mengandung makna membudayakan minum susu roti dan santunan. Dengan harapan masyarakat Pidie menjadi Sehat dan pintar mencetak manusia manusia yang jujur kedepannya..
Masing masun panti asuhan diberikan bingkisan sebanyak :
A. Dinas Kebersihan. 118 paket
B. Panti yatim piatu minaraya 32 paket
C. Panti Bambi 75 paket. 
Selanjutnya diharapkan kegiatan ini dapat memberikan faedah dan manfaat bagi masyarakat umum

Penertiban Sat Pol PP kab Pidie

Kegiatan penertiban yang dilakukan oleh Aparat Satpol PP dan Aparat Gabungan dari pihak Kepolisian. Kodim Koramil dan PM kab Pidie merupakan kegiatan yg positif dimana banyaak ruko ruko yg berdiri di kota Sigli ini menyalahi aturan  penertiban ini sementara menertibkan kanopi kanopi yang di pasang di depan ruko  banyak toko toko yg menyalahi ketentuan yg sudah ditetapkan oeh Pemda seperti menggunakan tiang didepan•. panjang kanopi yg meleihi aturan sehingga memakan lahan parkir atau umum  toleransi yg di berikan oleh Pemda adalah minimal 1 seng atau 2.5 m kedepan tanpa tiang  jadi nampak rapih dan indah tidak terkesan semrawut atau kumuh ujar Kepala Satpol PP bpk Sabar dengan tegas. Namun untuk hari ini 4 Peb16 kami masih memberikan toleransi atau pilihan. Apakah ingin di bongkar sendiri atau kami yang bongkar
Penertiban ini rencana akan kami laksanakan diseluruh kota yg ada di kab Pidie dan nantinya akan menertibkan surat ijin  kalau ruko berijin utk membuka toko tidak untuk Rumah sakit. Aoalagi lahan parkir umum di tandai dengan khusus Direktur ini menyalahi aturan. 
  Kota Sigli yg pertama yag akan kita tertibkan karna sebagai contoh. 
Tujuan dari penertiban ini adalah menjadikan kota Siglii indah  dan nyaman . namun masih banyak warga yg belum sadar akan keindahan. Tetapi kami tetap akan mengedapankan persuasif biar bagaimanapun mereka adalah warga kita ujar Kasat Pol PP yg memilki kumis tebal dan melintang ini.             bagas

Minggu, 31 Januari 2016

Pembangunan Semen Indonesia Batee didepan mata

RENCANA PABRIK SEMEN INDONESIA  AKHIRNYA jadi kenyataan dan siap di bangun di Kec Batee tepatnya dekat pelabuhan Batee   Penantian yg panjang mulai th 993 akhirnya trrjawab pada tahun 2016. Insyaallah proyek pabrik akan dikerjakan awal 2017 namun dalam waktu dekat PT SEMEN INDONESIA akan menyiapkan Infrakstrukturnya   adapun renc nama semennya adalah SEMEN ACEH MTB.  (Muaara Tiga Batee) atau Masyarakat Tentram dan Bahagia. Begitulah ujar salah satu Keucik yang desanya menjadi sentra kawasan pabrik semen ini,
Namun perlunya kesiapan mental masyarakat dalam menghadapi era kemajuan ini
  
Lintas Pidie berkesempatan untuk meninjau lokasi berdirnya pabrik dan silaturahmi warga Batee dan Laweng
‎Selanjutnya dari kec. batee rombongan  melanjutkan perjalanan melalui jalan gua tujuh menuju ke kec. muara tiga (laweung), dan sesampainya di laweung sekira pkl 12 .30 wib bertempat di aula kantor camat  Kec. Muara tiga Kab.Pidie kembali berlangsung acara silaturrahmi antara Komisaris PT Semen Indonesia dengan tokoh masyarakat  Kec.muara tiga Kab.Pidie.
Adapun yang hadir dlm acara tersebut:
-  Bpk Iriawan Wabup Pidie
- Purn TNI Letjend Hadi Waluyo (komisaris Independen PT Semen Indonesia)
-  Bpk Rahmat Kajari Pidie
-  Mayor Inf Alfian Pabung Kodim 0102 Pidie
-  Bpk Jamaludin Wakil Ketua DPRK Pidie
- Bpk Ari Bagas. Enno Saputra. Galih Soekarno. Dari LSM Peduli anak bangsa
- Kasat Binmas
- Asisten I,II Setda Kab.Pidie
- Bpk Isa Alima Ketua Gerindra Kab Pidie
-  Ka Bappeda Pidie
- Kadis Perindagkop Pidie
- Kabag Tapem Setda Pidie
- Lettu Mar Yakop  Dan pos AL
- Muspika Kec.Batee
- Imum mukim dalam Kec.Batee
- Tokoh masyarakat dalam Kec.Batee
- Rombongan dari PT Semen Indonesia
Dan masyarakat yang ikut dalam acara sosialisasi tersebut lk 280 orang.                                         
Ada beberapa pertanyaan dari masyarakat a.l
a.dari Tokoh Masyarakat , menanyakan ttg kepastian pembangunan pabrik tsb jgn hanya janji janji saja.dan kami siap mendukung penuh pembanguann ini.
b. Dari salah satu warga a.n Muhamad. Menanyakan ttg. Perlunya perhatian khusus bagi ex combatan dan jandanya serta kaum Dhuafa.
Adapun jawaban dari Komisaris sbb
a. Masalah pemb pabrik semen kita serius dan akan membangun namun masih menunggu 5 surat ijin lagi.
b. Masalah ex combatan . pabrik semen ini adalah BUMN yang 80% sahamnya dikuasi oleh Negara  dan sudah tentunya kami juga akan memperioritaskan bagi warga kec Batee dan Muara tiga ataupun Kab Pidie jadi. Siapapun orangnya berhak untuk mendapatkan pekerjaan
c. Masalah limbah atau Amdal, kami menggunakan tekhnologi Jepang dan Eropa jadi mengenai Limbah masy jangan kuatir kami bertanggung jawab terhadap lingkungan, lihat contoh ke 15 pabrik kami kesuamanya tidak ada permasalahan dengan limbah pabrik
Tidak harus sebagai mantan combatan  semua sama kedudukannya dg masyarakat lainnya.  Tidak ada ekslusif   kalau SDMnya bagus maka di tempatkan sesuai dg kemampuannya  yg  penting mau bekerja dan bisa bekerja.  Demi NKRI  karena nantinya kami ada 2 program yaitu Kemitraan dan pendayagunaan usaha lokal
Acara berakhir sekitar pukul  13.40 wib    dan selanjutnya rombongan balik  kanan ke sigli melalui sp beutong laweung - pandang tiji - sigli. Situasi berjalan dengan aman dan baik.



ij

Kamis, 28 Januari 2016

PENYULUHAN HUKUM SERENTAK 2016 DI KAB PIDIE



 
PENYULUHAN HUKUM  SECARA SERENTAK MEMECAHKAN REKOR MURI

 Kegiatan penyuluhan hukum serentak tahun 2016 merupakan salah satu program Kementerian Hukum dan HAM dalam upayanya menjadikan masyarakat yang cerdas hukum, khususnya untuk siwa siswi Sekolah Menengah atas/Kejuruan, diman genarasi muda agar tidak terjerumes dalam kegiatan kegiatan yang negatif dalam pergaulan, banyak para generasi khusnya para pelajar yang menjadi sasaran empuk seperti Pergaulan Bebas (Free Sex), Narkoba, Pelanggaran HAM ( Membuli), Gank Motor atau Tawuran. dalam hal ini Lintas Pidie menayangkan kegiatan positif dari Kemenkumham guna mewujudkan NAWACITA.


Kamis 28 Jan 2016, pelaksanaan penyuluhan Hukum dan hak asasi manusia secara serentak di seluruh Indonesia dan mendapatkan apresiasi dari Rekor MURI sebagai Penyuluhan Hukum Serentak dilokasi dan Jumlah peserta terbanyak, adapun salah satu kegiatannya diselenggarakan di Kab Pidie, lintas Pidie berkesempatan untuk mengupas dari  kegiatan tersebut antara lain
Kegiatan tersebut dibagi menjadi   3 Tim dengan agenda

1,         TIM PERTAMA Di SMKN 1 Sigli
a.    Pembukaan dari Kepala Sekolah SMKN 1 Sigli, Bpk
b.    Sambutan dari Kepala Sub Seksi Pembina Lapas Wanita, Ibu Sarkiah Amd,IP,S.Pd
c.    Nara Sumber dari Kasi Intelijen Kajari Kab Pidie, Bpk Seed Muhamad,SH

2.         TIM KEDUA Di SMAN 1 Sigli.
            a. Pembukaan dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sigli, Bpk Jamil Spd
b  Sambutan dari Kepala Lembaga Permasyarakatan Wanita, Ibu Yekti Apriyanti,Amd,IP,S.Pd,Msi
d.    Nara Sumber dari Kesi Pid Kejaksaan Negeri Kab Pidie, Bpk Satria Ferry, SH,M.Hum

3.         TIM KETIGA Di Lapas Wanita Kelas III Sigli
            a. Pembukaan dari Perawat LPW Sigli
            b. Nara Sumber dari Kepala Urusan Tata Usaha LPW Sigli, Bpk Azazdin, Sh
            c. Sambutan dari Kepala Urusan Tata Usaha LPW Sigli, Bpk Azazdin, Sh
catatan Masing masing Nara Sumber memberikan pencerahan tentang Hukum sesuai dengan Objeknya.

Maksud acara tersebut diselenggaran :
a.    Terselenggaranya penyuluhan Hukum secara serentak melalui pensisikan hukum kepada masyarakat sesuai peran strategis Kemenkumham.
b. Menjadikan hukum sebagai ‘Energi” yang mampu menjadi pendorong dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
c.     
Dengan tujuan :
a.    Masyarakat memhami tentang aspek hukum dalam era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)
b.    Menumbuhkan kesadaran hukum, cerdas hukum serta memhami hak dan kewajiban

Lintas Pidie berkesempatan bersama sama mengikuti Rombongan LUHKUMTAK thn  2016 di SMA Negeri 1 Sigli yang di sampaikan oleh Ka Lapas Wanita, Ibu Yekti Apriani A.Md. S.Pd, M.Si, Kepala Sekolah SMAN 1, Bpk Jamil Spd  dan Kejaksaan Negeri   Bpk. Satria Sh, M.Hum.

Kegiatan ini di sambut baik oleh kepala sekolah dan murit-murit siswa sekolah di SMAN 1 Sigli,  sangat antusias dalam pelaksanaan penyuluhan hukum dan hak asasi manusia tersebut, acara penyuluhan tersebut di hadiri oleh beberapa pejabat yaitukepala sekolah,  kejaksaan, Kalapas. Tim Pidie

Pada pelaksanaan Penyuluhan Hukum,  banyak di singgung tentang penyalagunaan narkoba dan tindakan apa yang akan di lakukan dalam menghindari peredaran Narkoba khususnya di wilayah Aceh. ”penyuluhan ini kami lakukan untuk mengubah pola pikir kalangan


pelajar tentang penyalahgunaan narkoba, mau di bawa kemana generasi ini bila para remaja sudah banyak terpengruh dengan narkoba, siapa lagi kalau bukan kita para unsur pemerintah yang harus turun kelapangan untuk memberantasnya’’ujar Ibu Yekti kepada Lintas Pidie).

Dalam kegiatan tersebut siswa sangat tertarik dan antusias dalam penyuluahan yang telah disampaikan oleh ibu yekti, pada saat pelaksanaan penyuluhan siswa  lebih tertarik untuk  banyak  menanyakan tentang bahaya narkoba dan pencegahannya.

Siswa juga banyak tertarik menanyakan tentang bagaimana cara melanjutkan sekolah tinggi baik yang umum maupun di kementrian-kementrian, contohnya : STIP, STIS, STT Telkom, STIN, STAN, Akpol dan Akademi Militer serta sekolah-sekolah yang langsung bisa bekerja.

Pada saat pelaksanaan penyuluhan Kepala Sekolah SMAN 1 memberikan apresiasi yang baik terhadap kegiatan tersebut.                                                    (Galih Saputra).


Senin, 25 Januari 2016

PERHATIAN PEMDA PIDIE KHUSUSNYA KADIN KELAUTAN DAN PERIKANAN KURANG


MANA PERHATIAN KEPALA DINAS KELAUTAN DISAAT
Kapal banyak terbelengkalai 
di Pelabuhan Batee, akibat Banjir



Pemandangan gotong-royang ini adalah sekumpulan nelayan yang sedang menarik jaring/pukat untuk dikeluarkan dari kapal yang rusak. Pada hari Senin tanggal 25 januari 2016 Kapal Sabang milik pengusaha muda penangkapan ikan bernama Hasan di Gampong Meucat Kec. Batee mengalami kandas di Kuala ( muara) Batee. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada palka dan geladak kapal. Kapal (boot biasa masy Aceh menamainya) mengalami kandas dan bocor akibat palka yang menabrak karang. Kata Hasan “terpaksa kami menambal geladak dengan tumpukan karung berisikan bers, bila beras mulai mengembang disitulah lubang kebocoran akan tertutup, kapal kami sekarang penuh air dan pasir, harus diangkat dan diperbaiki”. Para nelayan seperti tampak di gambar sedang bahu-membahu menarik pukat dan seluruh isi kapal. Rencananya kapal ini akan libur sebulan, untuk mengalami perbaikan dan perbaikan geladak.

            Hal seperti ini yang sering dikeluhkan oleh para nelayan seperti Hasan. “ Kami butuh uluran tangan pemerintah untuk membuatkan kami pelabuhan kecil, TPI dan perbaikan dinding tepi sungai yang sudah jebol karena itu dapat mengakibatkan tanah longsor sehingga muara akan menjadi dangkal.l” ujar Hasan kepada Lintaspidie. Karena dengan adanya sungai Batee ini, para nelayan bisa merapat ke daratan dan membongkar muatan kapal. Nelayan menjadi mudah dalam jual beli ikan  Pelabuhan sederhana hasil swadaya masyarakat sendiri belum pernah ada bantuan dari pemda sedikutpun, saat banjir kemarin Kepala dinas kelautan hanya lewat saja di pelabuhan Batee tidak mampir, apa yang salah terhadap masyarakat Batee seolah olah kami di anak tirikan padahal hampir 70% hasil ikan dilaut  berasal dari sini.  mana janji saat kampanye dulu ,....sekarang masyarakat Batee banyak menjerit tidak satupun pejabat yang lihat kami   . (Eno F)

Minggu, 24 Januari 2016

PANTAI PERAWAN YANG BELUM TERJAMAH

Potensi Wisata Pantai Pasie Peukan Barue Pantai Perawan yang belum terjamah oleh Investor.



               seperti cerita cerita yang lalu bahwa Kab Pidie banyak memiliki keindahan dan keunikan tersendiri pantai pantainya dan masing masing pantai memiliki kisah dan sejarahnya seperti pada kisah cerita salah satu warung kupi  mama Ka'dah baru berdiri 3 tahun lalu yang lalu dimana sebelumnya keberadaan warung ini berada jauh di belakang  dari bibir pantai, sekitar di awal tahun 2011 sebagian dari pendudk aseli kawasan ini sudah mulai memberanikan diri mendirikan gubug atau warung kupi,dekat bibir Pantai atau tanggul pantai dan salah satu yang ditemui penulis adalah mama Ka'dah dimana mama Ka'dah merupakan seorang Janda yang berusia 39 th dengan memliki anak 3 orang ( 1 Kuliah di Banda, 1 sekolah SMU dan yang paling kecil masih kelas 4 SD) mama Ka'dah ini juga salah satu korban dari bencana Tsunami dimana suatu hari pada tanggal 24 Des 2004 pkl 07.00 wib sang suami dari mama Ka'dah berangkat menuju laut untuk menjaring ikan sekitar pukul 09.30 wib terjadilah bencana alam Tsunami yang membuat keadaan menjadi berubah secara seketika namun sang suami dari mama Ka'dah selamat dan terdampar sekitar 24 KM dari Pasee   tepatnya di daerah Pantai Ujung Fi Laweng dan beberapa hari kemudian yang bersangkutan kembali ke daerah asalnya dan didapati semua rata dengan tanah keadaan tersebut membuat sang suami dari mama Ka'dah menjadi shock dan strees, akan tetapi ybs masih diberi keberuntungan yaitu masih dapat bertemu dengan sanak keluarganya termasuk sang Istri dan kedua anaknya saat mencari di posko penampungan yang disediakan oleh Pemerintah ataupun sukarelawan..


.             semenjak pasca tsunami bebrapa bulan kedepan  keadaan sang suami mulai berubah hingga mengalami gangguan kejiwaan sampai beberapa tahun kemudian, akhirnya sang suami entah pergi kemana hingga sekarang  demikian kisah pilu yang disampaikan mama Ka;dah pada Penulis

selanjutnya mama Ka'dah berjuang keras membanting tulang seorang diri demi menghidupi keluarganya dengan 3 orang anak hingga sekarang, tahun beganti tahun kehidupan semakin membaik dan mampu membiaya nafkah bagi keluarganya, keadaan semakin baik menurut Mama Ka'dah sekitar  4 tahun setelah adanya perjanjian perdamaian antara Pemerintah RI dan GAM sehingga masyarakat tidak kuatir dan takut lagi keluar mencari nafkah dan mama Ka'dah mengucapkan terima kasih kepada kedua belah pihak yang mau bersama sama menghentikan pertikaian bersenjata yang hanya justru membuat rakyat aceh menderita, sejak saat itulah kehidupan kami berangsur angsur kembali normal  sambil menitikan air matanya dengan lirih menyampaikan kepada penulis untuk mengucapkan beribu ribu terima kasih kepada NKRI.

             Mama Ka.dah menginginkan bila Pemerintah Daerah mau mengembangkan Potensi Pantai ini maka akan meningkatkan taraf hidup masyarakat Pantai yang sebagian besar adalah korban Tsunami. Lokasi ini banyak didatangi oleh masyarakat sekitar terutama bila sore hingga malam hari bila air pasang banyak warga yang datang untuk memancing oleh sebab iti mama Ka'dah mencoba membuka semacam pos kecil bagi warga yang ingin memncing ke tengah laut dengan fasilitas kapal kapal nelayan.  waaah pokoknya asyyik sekali bila kita punya Hobi memancing, umpan udang hidup, alat pancing dan perahu kami siapkan dehh ujar mama Ka'dah dengan wajah yang gembira.


Pokoknya kami akan selalu mendukung program program Pemerintah RI karena tidak ada satupun program dari Pemerintah RI yang mensengsarakan rakyat semua demi kesejahteraan rakyat banyak. demikian mama Ka'dah mengakhiri ceritanya.         aeg ateam

Sabtu, 23 Januari 2016

Pantai Pelangi Sigli

 KAWASAN WISATA KELUARGA
 PANTAI PELANGI SIGLI
 NAN EKSOTIS




               salah satu kawasan wisata di Kab Pidie adalah di Pantai Pelangi, nama yang unik konon ceritanya bahwa pantai tersebut bila setelah hujan selalu menampakan Pelangi yang begitu jelas dan indah termasuk 2 hari sebelum Tsunami (24 Des 2004) pantai ini menampakan pelangi meskipun pada saat itu tidak hujan atau gerimis.   eksotis alamnya yang begitu indah pandangan lepas ke arah laut cina ditambah dengan pepohonan cemara menambah nikmatnya mata memandang dibalut dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan minuman menambah suasana santai cocok sebagai hiburan alternatif bagi keluarga.


 dengan letaknya persis di depan Pendopo Bupati dan di samping kiri Pendopo Wakil Bupati menjadi menambah nilai plus untuk kawasan ini, namun sayangnya pemerintah daerah kurang memaksimalkan kawasan ini, bila di buatkan semacam kios atau tenda yang berwarna sama untuk para pedagang akan semakin apik kerapiannya, tong tong sampah ditaruh di sepanjang taman atau jalan sehingga mempermudahkan pengunjung untuk membuang sampah dan penerangan yang sangat kurang terutama malam hari sangat gelap sehingga dapat dimanfaatkan pasangan muda mudi atau lainnya untuk bebuat hal hal yang negatif menurut cerita dari salah satu Tokoh Masyarakat dan pemuka Agama  yang namanya tak mau dicantumkan kita sebut saja Bpk Polan "bahwa sebenarnya jalan tersebut sudah di beri penerangan lampu namun oleh beberapa oknum masyarakat lampu lampu tersebut diambil alias dicuri atau di lempari batu agar gelap.... disanyilir orang orang tersebut senagaja memnfaatkan situasi atau menjebak pasangan muda mudi untuk berbuat sesuatu lalu mereka memerrgoki dan menangkap selanjutnya di peras atau sebelumnya bayar pajak ke mereka agar aman dan dijaga oleh mereka, termasuk daerah kawasan kuburan cina dekat Water Park Sigli modus operandinya sama  ada beberapa nama biang keladinya dan sudah dikantongi oleh saya  ujar bapak Polan ini yang informasi ini sudah OK dan valid tinggal tertangkap tangan saja, disana merupakan wisata sejarah karena bekas Bunker jaman belanda..
.
           bayangkan untuk Kab Pidie yang membawahi 23 Kec hanya memiliki jumlah Satpol PP dan Pol Syariah sa'at ini kurang lebih sekitar 80 orang saja sehingga untuk patroli rutin tertama malam hari jarang dilakukan ditambah anggaran yang terbatas serta gaji mereka yang rata rata hanya Rp !,2 Juta saja per bulan,. sedangkan tugas mereka menegakan Peraturan Daerah sehingga perlunya kerjasama Masyarakat, Pemda serta unsur unsur lainnya untuk bersama sama bersinrgi menjaga lingkungan dan kebersihan.serta keindahan Kota Sigli khususnya pantai pelangi ini, ini tahak kita lahir disini besar disini mencari nafkah disini serta kelak dimakamkan disini jadi kami selaku Tokoh siap untuk membantu dan mensosialisasikan kepada Masyarakat dalam setiap kesempatan. begitulah bapak polan sangat semangat sekali bercerita pada penulis.

           tempat ini sangat bagus bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kegiatan Karang Taruna atau Osis dalam mengkreasikan ide idenya dalam menciptakan atau menanmkan cinta tanah air dan berkebangsaan agar genarasi muda khususnya Kab Pidie menambah wawssan ttg jiwa Nasionalisme dalam satu bingkai NKRI,.........siapa lagi kalau bukan mereka mereka yang nantinya menjadi pimpinan pimpinan di Kab Pidie bahkan di Provinsi lainnya. mari kita semua mengajak  untuk peduli terhadap lingkungan dan genarsi muda untuk siap tampil didepan dengan Garuda didadaku Merah Putih kebangganku.               

aku bangga menjadi putra aseli Aceh Pidie.      Amp Llah Yusuf










Ulama Ahlus Sunnah Walja'maah : Perkembangan Syiah dan Wahabi di Aceh Membuat Warga Gelisah

Seiring masuknya berbagai faham Islam seperti aliran Syiah dan Wahabi di Indonesia khususnya di provinsi Aceh, telah menimbulkan embrio kegelisahan yang melahirkan aura konflik SARA dikalangan masyarakat Aceh.  Beberapa kalangan Ulama Ahlus Sunnah Waljamaah di Aceh, menilai saat ini marak berkembang pemahaman, pengamalan dan penyiaran yang menjurus kepada penyimpangan aqidah dan Akhlakul Karimah yang akan berdampak mengganggu ketertiban, kedamaian dan ukhuwah masyarakat 


Ekses berkembangnya faham tersebut di Aceh, sekitar bulan Oktober 2015,  bertempat di makom Syiah Kuala, Banda Aceh, ribuan umat Islam masyarakat Aceh berfaham Ahlus Sunnah Waljama'ah dipimpin beberapa tokoh ulama besar maupun Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) seperti Abon Seulimum (pimpinan dayah Seulimum), tgk. Husaeni Awahab (Wakil Ketua PB. Huda), tgk. Bulkaeni Tanjungan (sekjen Huda),  tgl Muslim At Thahiri MA (ketua FPI Aceh) tgk. Ali Basyah Usman (ketua PB. MUNA) dan tgk. Haji Mujakir Manaf (wakil gubernur Aceh) melakukan aksi damai pawai akbar perlawanan dan penolakan keberadaan faham Syiah dan Wahabi di Aceh.
Berdasarkan wawancara awak KPK dengan nara sumber, koordinator acara pawai akbar menolak Komunis, Syiah dan Wahabi di Aceh, tgk. H. TU Bulkaeni Tanjungan, pengurus besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB_Huda), aktif di organisasi Nahdatul Ulama (NU) juga merupakan pimpinan salah satu dayah Al Iklas Al Azizah Loeng Bata Banda Aceh) menyampaikan statemen bahwa :
Menyikapi permasalahan maraknya aliran  Islam yang dinilai menyimpang dengan normatif ideologis muslim faham Ahlus Sunnah Waljamaah di Indonesia, pihak lembaga Majelis Permusyawaratan Umat (MPU) Aceh telah menindaklanjuti dengan mengeluarkan Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh No 09 tahun 2014 tentang Pemahaman Pemikiran Pengamalan dan Penyiaran Agama Islam di Aceh. 
Adanya konflik kepentingan dan beda pemahaman yang menjurus kepada penyimpangan aqidah tersebut, lembaga MPU mengeluarkan himbauan yang intinya :

 
1.   Agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan terpancing dengan isu-isu keagamaan sehingga menimbulkan tindakan anarchis yang merugikan.
Tentu saja apapun permasalahan bisa di selesaikan secara arif dan bijaksana dengan mengacu kepada payung hukum legalitas formal sisi ideologis dan kearifan lokal wilayah Aceh karena Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Al'aamiin...(Hendra, staf redaksi KPK / perwakilan Aceh_Banda Aceh-Aceh Besar).


  • Negara Indonesia ini bukan negara Mualaf, tapi lahir dari Ahlul Bait, yang membawa Islam ke Indonesia. Syiah maupun Wahabi lahir atas konsfirasi Yahudi, Masyarakat aceh dan Indonesia umumnya bukan orang yang baru memeluk Islam (muallaf) tetapi keyakinan dan aqidah mereka terhadap Islam sudah sangat kokoh, berakar tidak perlu diragukan lagi keislaman dan aqidah mereka. Mereka menerima Islam dan aqidah Ahlussunnah waljamaah dari sumber terpercaya yaitu para Ulama /Habaib yang datang langsung dari Mekah, Madinah dan Hadramaut.
  • Demi keutuhan Indonesia dan menyelamatkan terjadinya konflik SARA di Indonesia, paham yang menyimpang tidak boleh tumbuh di Indonesia karena akan menimbulkan pertentangan dan perpecahan diantara umat Islam.
  • Kalau menilai dari alur masuk Syiah di Indonesia, skenarionya jelas semua bersumber dari kelompok Wahabi dengan cara mensyiahkan dulu umat Muslim.

2.   Meminta kepada kelompok masyarakat yang terlanjur mengikuti ajaran yang menyimpang agar segera bertobat dan membekali diri dengan ajaran yang benar.
3.   Meminta semua pihak terkait menjaga ketertiban, kedamaian dan ukhuwah.
4.   Meminta pemerintah segera menutup pengajian, penyiaran dan ceramah yang difatwakan sesat oleh MPU Aceh.

Makna Historis, Sosiologis dan Psikologis Tradisi Adat Peusejuk Pasca Menyerahnya Pelaku Kriminalitas di Aceh Timur.




Aceh-KPK :  Tradisi adat Peusejuk merupakan bagian dari tradisi adat Aceh yang sederhana namun bersifat sakral, cenderung diadakan oleh masyarakat maupun tokoh Agama setempat dengan harapan agar suatu niat baik yang akan dan sedang kita laksanakan mendapatkan berkah Allah SWT.   Seperti acara Peusejuk yang diadakan di dayah Al”Muhajirin desa Lampisang kecamatan Seulimum, Kab. Aceh Besar, hari Selasa, 19 Januari lalu, yang dimulai dari jam 16.50 wib s.d 17.30 wib, dipandu pimpinan Dayah, Abi Lampisang, terhadap mantan anggota kelompok Kriminal Raja Rimba, Aceh Timur, an. Nasrun alias si Kleung (anggota KPA Sago 27 Nurul A,lak kec. Rantau Perlak kab Aceh Timur), salah satu pelaku penculikan Marcom, warga Inggris, ahli Migas yang bekerja di Perusahaan PT. Medco E&EM Malaka  bidang Migas di Aceh Timur sekitar tahun 2013.  Acara tersebut langsung dihadiri Kadiv Humas Polda Aceh Kombes T. Saladin beserta rombongan mengunakan 2 unit mobil pribadi jenis kijang dan hadir juga sdr. M Ali Abdulah, 38th, Geuchik desa Beurandang kec. Rantau Perlak kab. Aceh Timur yang juga menjabat sebagai wakil ketua LSM Raja Wali Cipta.

Pasca pelaksanaan acara Peusejuk, Abi Lampisang menegaskan dan memberikan beberapa arahan tentang apa makna dilakukannya tradisi adat tersebut didayahnya, pasca menyerahnya anggota kelompok kriminal bersenjata sdr.  Nasrun alias si Kleung diantaranya bahwa :



  • Dengan dilaksanakannya Peusejuk atau tepung tawar di dayah Abi Lampisang Aceh Besar, semoga membawa berkah dan memberikan pelajaran agar pelaku sadar dan kembali hidup normal.  Ybs harus bersikap tawakal dalam menghadapi setiap permasalahan hidup, jangan terpengaruh dengan hal-hal yang menyimpang dari ajaran agama dan Negara.
  • Diharapkan ybs bisa mengajak dan memberikan nasehat agar kawan-kawannya untuk menyerahkan diri ke aparat terkait dan bergabung dengan NKRI dan kesalahannya tidak terulang kembali.
  • Ybs tetap menerima apapun hukuman yang diberikan oleh aparat kepolisian, dan bisa bersabar menerimanya.
  • Ybs tetap akan di arahkan dan diproses sesuai ranah hukum yang berlaku, namun niat baik ybs tetap menjadi pertimbangan meringankan bagi  kepolisian untuk proses hukumnya, apalagi ybs mempunyai itikad baik nuntuk menyerahkan 1 buah Granat tangan sebagai barang bukti milik ybs.
  • Pihak kepolisian berharap agar kelompok kriminal bersenjata, Raja Rimba cs yang masih berada diatas gunung bisa diajak untuk kembali kepada NKRI,  karena mereka malah susah sendiri dihutan, setelah tidak ada lagi yang bisa diajak berperang, sekarang malah berkelahi dengan saudara sendiri.


Atas pertanyaan yang diajukan awak KPK, Kadiv Humas Polda Aceh Kombes T. Saladin memberikan tanggapan bahwa Terlaksananya acara tradisi adat Peusejuk dengan menghadirkan pelaku kriminal dan kadiv humas Polda Aceh juga tidak terlepas dari peran M Ali Abdulah, Geuchik desa Beurandang kec. Rantau Perlak kab. Aceh Timur yang sekaligus menjabat sebagai wakil ketua LSM Raja Wali Cipta.   Atas nasihat dan  peran ybs lah, pelaku sdr. Nasrun bisa diajak untuk menyerahkan diri ke polisi.  M Ali Abdulah hanya berharap agar pemerintah maupun perusahaan PT. MEDCO E & M Malaka dan perusahaan lainnya, yang berada diseputaran Aceh Timur khususnya bisa memperhatikan nasib dan kesejahteraan rakyat sekitarnya dan para pelaku kriminal di Aceh yang note bene mantan kombatan GAM agar mereka tidak terpengaruh untuk berbuat kriminal

Kunjungan Dubes Finlandia Lars Backstrom pada 10 Tahun Perjanjian Damai Helsinki di Aceh




Pasca 10 tahun perjanjian damai Helsinki di bumi Serambi Mekah, kondisi pembangunan Aceh makin menuju ke arah yang lebih baik.  Menyikapi situasi Aceh terkini, Gubernur Aceh, Dr. Zaini telah menerima kunjungan tamu dubes Finlandia Lars Backstrom beserta Utusan Khusus Finlandia untuk Mediasi Perdamaian Asia dan Asia Tengah, Kementrian Luar Negeri Finlandia itu, bertandang ke Pendopo Gubernur Aceh ditemani Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Mrs. Paivi Hiltunen-Toiviso, guna membahas situasi Aceh terkini, Kamis (20/1).

Diakui nara sumber, dalam wawancara secara khusus dengan  awak KPK, Dubes Lars mengaku secara khusus datang untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Aceh setelah sekian lama atau 10 tahun usia perdamaian yang disepakati antara kelompok Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah RI di Helsinki.

“Perkembangan pembangunan di sini sangat menggembirakan dan proses integrasi mantan kombatan dengan masyarakat berjalan dengan baik,” kata Lars usai bertemu dengan Gubernur Zaini Abdullah.

Lars Bakcstrom mengapresiasi perdamaian yang dicapai antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia.  Menurutnya, Perdamaian dan MoU Helsinki sangat penting setelah konflik berkepanjangan terjadi di Aceh.

“Sejauh ini, saya lihat perdamaian Aceh sudah berjalan dengan baik, tentu banyak hal yang harus terus dibenahi pemerintah Aceh untuk menjadikan perdamaian yang kekal dalam naungan NKRI ujarnya lebih lanjut.




Sementara itu, Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah mengatakan, banyak perubahan terjadi di Aceh 10 tahun pasca perdamaian. Aceh sekarang sudah aman dan masyarakat hidup dengan tentram.

“Media internasional kadang berlebihan memberitakan kondisi Aceh dan membuat orang luar atau Investor takut datang. Tetapi setelah mereka melihat dan merasakan sendiri kondisi di Aceh, baru mereka percaya kalau Aceh sudah benar-benar aman, termasuk bagi investor,” kata  Gubernur Zaini kepada tamunya.

Gubernur Aceh yang akrab disapa Doto Zaini menjelaskan tentang otonomi khusus yang disertai dengan anggarannya. “Kita mengelola dana tersebut dengan baik agar tidak melenceng dari sasan dan merugikan kita semua, kalau dikelola pihak yang tidak pas” lanjutnya.

Terkait dengan perkembangan ekonomi, Gubernur mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai macam upaya dengan mengundang investor masuk ke Aceh dan meningkatkan perkembangan kemajuan dibidang Pariwisata khususnya di pulau Sabang.

Selain membahas perekonomian, politik, keamanan, Lars Backstrom sempat menyinggung pelaksanaan Syariat Islam dan peranan perempuan di Aceh kepada Gubernur Zaini Abdullah.

Gubernur dr. Zaini menanggapi bahwa penerapan Syariat Islam di Aceh hanya untuk Muslim dan Islam di Aceh tidak Radikal. Tdak ada diskriminasi terhadap perempuan di Aceh.

“ Sesuai ajaran Islam, bahwa wanita yang patut dijunjung tinggi adalah ibu, ibu, ibu, maka begitu juga di Aceh, perempuan sangat dihormati dan sangat berperan diberbagai aspek, kita memiliki walikota perempuan di Banda Aceh,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Walikota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin, Kadis Syariat Islam, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, Kadis Pariwisata, Reza Fahlevi, Badan Investasi dan Promosi Aceh, Anwar Muhammad, Kesbangpol Linmas, Nasir Zalba dan sejumlah SKPA lainya.

Motivasi gubernur dan masyarakat Aceh dalam menjaga semangat perdamaian di dalam Perdamaian Helsinki yang sudah berjalan 10 tahun, sangat patut mendapatkan apresiasi dan dukungan semua pihak sehingga harmonisasi Aceh dalam pangkuan NKRI menjadi lebih sinergis

(sumber Hendra, staf redaksi-Kaperwak Aceh).