Potensi Wisata Pantai Pasie Peukan Barue Pantai Perawan yang belum terjamah oleh Investor.
seperti cerita cerita yang lalu bahwa Kab Pidie banyak memiliki keindahan dan keunikan tersendiri pantai pantainya dan masing masing pantai memiliki kisah dan sejarahnya seperti pada kisah cerita salah satu warung kupi mama Ka'dah baru berdiri 3 tahun lalu yang lalu dimana sebelumnya keberadaan warung ini berada jauh di belakang dari bibir pantai, sekitar di awal tahun 2011 sebagian dari pendudk aseli kawasan ini sudah mulai memberanikan diri mendirikan gubug atau warung kupi,dekat bibir Pantai atau tanggul pantai dan salah satu yang ditemui penulis adalah mama Ka'dah dimana mama Ka'dah merupakan seorang Janda yang berusia 39 th dengan memliki anak 3 orang ( 1 Kuliah di Banda, 1 sekolah SMU dan yang paling kecil masih kelas 4 SD) mama Ka'dah ini juga salah satu korban dari bencana Tsunami dimana suatu hari pada tanggal 24 Des 2004 pkl 07.00 wib sang suami dari mama Ka'dah berangkat menuju laut untuk menjaring ikan sekitar pukul 09.30 wib terjadilah bencana alam Tsunami yang membuat keadaan menjadi berubah secara seketika namun sang suami dari mama Ka'dah selamat dan terdampar sekitar 24 KM dari Pasee tepatnya di daerah Pantai Ujung Fi Laweng dan beberapa hari kemudian yang bersangkutan kembali ke daerah asalnya dan didapati semua rata dengan tanah keadaan tersebut membuat sang suami dari mama Ka'dah menjadi shock dan strees, akan tetapi ybs masih diberi keberuntungan yaitu masih dapat bertemu dengan sanak keluarganya termasuk sang Istri dan kedua anaknya saat mencari di posko penampungan yang disediakan oleh Pemerintah ataupun sukarelawan..
. semenjak pasca tsunami bebrapa bulan kedepan keadaan sang suami mulai berubah hingga mengalami gangguan kejiwaan sampai beberapa tahun kemudian, akhirnya sang suami entah pergi kemana hingga sekarang demikian kisah pilu yang disampaikan mama Ka;dah pada Penulis
selanjutnya mama Ka'dah berjuang keras membanting tulang seorang diri demi menghidupi keluarganya dengan 3 orang anak hingga sekarang, tahun beganti tahun kehidupan semakin membaik dan mampu membiaya nafkah bagi keluarganya, keadaan semakin baik menurut Mama Ka'dah sekitar 4 tahun setelah adanya perjanjian perdamaian antara Pemerintah RI dan GAM sehingga masyarakat tidak kuatir dan takut lagi keluar mencari nafkah dan mama Ka'dah mengucapkan terima kasih kepada kedua belah pihak yang mau bersama sama menghentikan pertikaian bersenjata yang hanya justru membuat rakyat aceh menderita, sejak saat itulah kehidupan kami berangsur angsur kembali normal sambil menitikan air matanya dengan lirih menyampaikan kepada penulis untuk mengucapkan beribu ribu terima kasih kepada NKRI.
Mama Ka.dah menginginkan bila Pemerintah Daerah mau mengembangkan Potensi Pantai ini maka akan meningkatkan taraf hidup masyarakat Pantai yang sebagian besar adalah korban Tsunami. Lokasi ini banyak didatangi oleh masyarakat sekitar terutama bila sore hingga malam hari bila air pasang banyak warga yang datang untuk memancing oleh sebab iti mama Ka'dah mencoba membuka semacam pos kecil bagi warga yang ingin memncing ke tengah laut dengan fasilitas kapal kapal nelayan. waaah pokoknya asyyik sekali bila kita punya Hobi memancing, umpan udang hidup, alat pancing dan perahu kami siapkan dehh ujar mama Ka'dah dengan wajah yang gembira.
Pokoknya kami akan selalu mendukung program program Pemerintah RI karena tidak ada satupun program dari Pemerintah RI yang mensengsarakan rakyat semua demi kesejahteraan rakyat banyak. demikian mama Ka'dah mengakhiri ceritanya. aeg ateam



Pantainya baguus. Tapi koq panas sekali yaaaa
BalasHapus