MANA PERHATIAN KEPALA DINAS KELAUTAN DISAAT
Kapal banyak terbelengkalai
di Pelabuhan Batee, akibat Banjir
di Pelabuhan Batee, akibat Banjir
Pemandangan gotong-royang ini adalah sekumpulan nelayan
yang sedang menarik jaring/pukat untuk dikeluarkan dari kapal yang rusak. Pada
hari Senin tanggal 25 januari 2016 Kapal Sabang milik pengusaha muda penangkapan
ikan bernama Hasan di Gampong Meucat Kec. Batee mengalami kandas di Kuala (
muara) Batee. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada palka dan geladak
kapal. Kapal (boot biasa masy Aceh menamainya) mengalami kandas dan bocor
akibat palka yang menabrak karang. Kata Hasan “terpaksa kami menambal geladak dengan tumpukan karung berisikan bers,
bila beras mulai mengembang disitulah lubang kebocoran akan tertutup, kapal
kami sekarang penuh air dan pasir, harus diangkat dan diperbaiki”. Para
nelayan seperti tampak di gambar sedang bahu-membahu menarik pukat dan seluruh
isi kapal. Rencananya kapal ini akan libur sebulan, untuk mengalami perbaikan
dan perbaikan geladak.
Hal
seperti ini yang sering dikeluhkan oleh para nelayan seperti Hasan. “ Kami butuh uluran tangan pemerintah untuk
membuatkan kami pelabuhan kecil, TPI dan perbaikan dinding tepi sungai yang sudah jebol karena itu dapat mengakibatkan tanah longsor sehingga muara akan menjadi dangkal.l” ujar Hasan kepada Lintaspidie. Karena dengan adanya sungai Batee
ini, para nelayan bisa merapat ke daratan dan membongkar muatan kapal. Nelayan
menjadi mudah dalam jual beli ikan Pelabuhan sederhana hasil swadaya
masyarakat sendiri belum pernah ada bantuan dari pemda sedikutpun, saat banjir kemarin Kepala dinas kelautan hanya lewat saja di pelabuhan Batee tidak mampir, apa yang salah terhadap masyarakat Batee seolah olah kami di anak tirikan padahal hampir 70% hasil ikan dilaut berasal dari sini. mana janji saat kampanye dulu ,....sekarang masyarakat Batee banyak menjerit tidak satupun pejabat yang lihat kami . (Eno F)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar