Laman

Minggu, 31 Januari 2016

Pembangunan Semen Indonesia Batee didepan mata

RENCANA PABRIK SEMEN INDONESIA  AKHIRNYA jadi kenyataan dan siap di bangun di Kec Batee tepatnya dekat pelabuhan Batee   Penantian yg panjang mulai th 993 akhirnya trrjawab pada tahun 2016. Insyaallah proyek pabrik akan dikerjakan awal 2017 namun dalam waktu dekat PT SEMEN INDONESIA akan menyiapkan Infrakstrukturnya   adapun renc nama semennya adalah SEMEN ACEH MTB.  (Muaara Tiga Batee) atau Masyarakat Tentram dan Bahagia. Begitulah ujar salah satu Keucik yang desanya menjadi sentra kawasan pabrik semen ini,
Namun perlunya kesiapan mental masyarakat dalam menghadapi era kemajuan ini
  
Lintas Pidie berkesempatan untuk meninjau lokasi berdirnya pabrik dan silaturahmi warga Batee dan Laweng
‎Selanjutnya dari kec. batee rombongan  melanjutkan perjalanan melalui jalan gua tujuh menuju ke kec. muara tiga (laweung), dan sesampainya di laweung sekira pkl 12 .30 wib bertempat di aula kantor camat  Kec. Muara tiga Kab.Pidie kembali berlangsung acara silaturrahmi antara Komisaris PT Semen Indonesia dengan tokoh masyarakat  Kec.muara tiga Kab.Pidie.
Adapun yang hadir dlm acara tersebut:
-  Bpk Iriawan Wabup Pidie
- Purn TNI Letjend Hadi Waluyo (komisaris Independen PT Semen Indonesia)
-  Bpk Rahmat Kajari Pidie
-  Mayor Inf Alfian Pabung Kodim 0102 Pidie
-  Bpk Jamaludin Wakil Ketua DPRK Pidie
- Bpk Ari Bagas. Enno Saputra. Galih Soekarno. Dari LSM Peduli anak bangsa
- Kasat Binmas
- Asisten I,II Setda Kab.Pidie
- Bpk Isa Alima Ketua Gerindra Kab Pidie
-  Ka Bappeda Pidie
- Kadis Perindagkop Pidie
- Kabag Tapem Setda Pidie
- Lettu Mar Yakop  Dan pos AL
- Muspika Kec.Batee
- Imum mukim dalam Kec.Batee
- Tokoh masyarakat dalam Kec.Batee
- Rombongan dari PT Semen Indonesia
Dan masyarakat yang ikut dalam acara sosialisasi tersebut lk 280 orang.                                         
Ada beberapa pertanyaan dari masyarakat a.l
a.dari Tokoh Masyarakat , menanyakan ttg kepastian pembangunan pabrik tsb jgn hanya janji janji saja.dan kami siap mendukung penuh pembanguann ini.
b. Dari salah satu warga a.n Muhamad. Menanyakan ttg. Perlunya perhatian khusus bagi ex combatan dan jandanya serta kaum Dhuafa.
Adapun jawaban dari Komisaris sbb
a. Masalah pemb pabrik semen kita serius dan akan membangun namun masih menunggu 5 surat ijin lagi.
b. Masalah ex combatan . pabrik semen ini adalah BUMN yang 80% sahamnya dikuasi oleh Negara  dan sudah tentunya kami juga akan memperioritaskan bagi warga kec Batee dan Muara tiga ataupun Kab Pidie jadi. Siapapun orangnya berhak untuk mendapatkan pekerjaan
c. Masalah limbah atau Amdal, kami menggunakan tekhnologi Jepang dan Eropa jadi mengenai Limbah masy jangan kuatir kami bertanggung jawab terhadap lingkungan, lihat contoh ke 15 pabrik kami kesuamanya tidak ada permasalahan dengan limbah pabrik
Tidak harus sebagai mantan combatan  semua sama kedudukannya dg masyarakat lainnya.  Tidak ada ekslusif   kalau SDMnya bagus maka di tempatkan sesuai dg kemampuannya  yg  penting mau bekerja dan bisa bekerja.  Demi NKRI  karena nantinya kami ada 2 program yaitu Kemitraan dan pendayagunaan usaha lokal
Acara berakhir sekitar pukul  13.40 wib    dan selanjutnya rombongan balik  kanan ke sigli melalui sp beutong laweung - pandang tiji - sigli. Situasi berjalan dengan aman dan baik.



ij

Kamis, 28 Januari 2016

PENYULUHAN HUKUM SERENTAK 2016 DI KAB PIDIE



 
PENYULUHAN HUKUM  SECARA SERENTAK MEMECAHKAN REKOR MURI

 Kegiatan penyuluhan hukum serentak tahun 2016 merupakan salah satu program Kementerian Hukum dan HAM dalam upayanya menjadikan masyarakat yang cerdas hukum, khususnya untuk siwa siswi Sekolah Menengah atas/Kejuruan, diman genarasi muda agar tidak terjerumes dalam kegiatan kegiatan yang negatif dalam pergaulan, banyak para generasi khusnya para pelajar yang menjadi sasaran empuk seperti Pergaulan Bebas (Free Sex), Narkoba, Pelanggaran HAM ( Membuli), Gank Motor atau Tawuran. dalam hal ini Lintas Pidie menayangkan kegiatan positif dari Kemenkumham guna mewujudkan NAWACITA.


Kamis 28 Jan 2016, pelaksanaan penyuluhan Hukum dan hak asasi manusia secara serentak di seluruh Indonesia dan mendapatkan apresiasi dari Rekor MURI sebagai Penyuluhan Hukum Serentak dilokasi dan Jumlah peserta terbanyak, adapun salah satu kegiatannya diselenggarakan di Kab Pidie, lintas Pidie berkesempatan untuk mengupas dari  kegiatan tersebut antara lain
Kegiatan tersebut dibagi menjadi   3 Tim dengan agenda

1,         TIM PERTAMA Di SMKN 1 Sigli
a.    Pembukaan dari Kepala Sekolah SMKN 1 Sigli, Bpk
b.    Sambutan dari Kepala Sub Seksi Pembina Lapas Wanita, Ibu Sarkiah Amd,IP,S.Pd
c.    Nara Sumber dari Kasi Intelijen Kajari Kab Pidie, Bpk Seed Muhamad,SH

2.         TIM KEDUA Di SMAN 1 Sigli.
            a. Pembukaan dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sigli, Bpk Jamil Spd
b  Sambutan dari Kepala Lembaga Permasyarakatan Wanita, Ibu Yekti Apriyanti,Amd,IP,S.Pd,Msi
d.    Nara Sumber dari Kesi Pid Kejaksaan Negeri Kab Pidie, Bpk Satria Ferry, SH,M.Hum

3.         TIM KETIGA Di Lapas Wanita Kelas III Sigli
            a. Pembukaan dari Perawat LPW Sigli
            b. Nara Sumber dari Kepala Urusan Tata Usaha LPW Sigli, Bpk Azazdin, Sh
            c. Sambutan dari Kepala Urusan Tata Usaha LPW Sigli, Bpk Azazdin, Sh
catatan Masing masing Nara Sumber memberikan pencerahan tentang Hukum sesuai dengan Objeknya.

Maksud acara tersebut diselenggaran :
a.    Terselenggaranya penyuluhan Hukum secara serentak melalui pensisikan hukum kepada masyarakat sesuai peran strategis Kemenkumham.
b. Menjadikan hukum sebagai ‘Energi” yang mampu menjadi pendorong dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
c.     
Dengan tujuan :
a.    Masyarakat memhami tentang aspek hukum dalam era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)
b.    Menumbuhkan kesadaran hukum, cerdas hukum serta memhami hak dan kewajiban

Lintas Pidie berkesempatan bersama sama mengikuti Rombongan LUHKUMTAK thn  2016 di SMA Negeri 1 Sigli yang di sampaikan oleh Ka Lapas Wanita, Ibu Yekti Apriani A.Md. S.Pd, M.Si, Kepala Sekolah SMAN 1, Bpk Jamil Spd  dan Kejaksaan Negeri   Bpk. Satria Sh, M.Hum.

Kegiatan ini di sambut baik oleh kepala sekolah dan murit-murit siswa sekolah di SMAN 1 Sigli,  sangat antusias dalam pelaksanaan penyuluhan hukum dan hak asasi manusia tersebut, acara penyuluhan tersebut di hadiri oleh beberapa pejabat yaitukepala sekolah,  kejaksaan, Kalapas. Tim Pidie

Pada pelaksanaan Penyuluhan Hukum,  banyak di singgung tentang penyalagunaan narkoba dan tindakan apa yang akan di lakukan dalam menghindari peredaran Narkoba khususnya di wilayah Aceh. ”penyuluhan ini kami lakukan untuk mengubah pola pikir kalangan


pelajar tentang penyalahgunaan narkoba, mau di bawa kemana generasi ini bila para remaja sudah banyak terpengruh dengan narkoba, siapa lagi kalau bukan kita para unsur pemerintah yang harus turun kelapangan untuk memberantasnya’’ujar Ibu Yekti kepada Lintas Pidie).

Dalam kegiatan tersebut siswa sangat tertarik dan antusias dalam penyuluahan yang telah disampaikan oleh ibu yekti, pada saat pelaksanaan penyuluhan siswa  lebih tertarik untuk  banyak  menanyakan tentang bahaya narkoba dan pencegahannya.

Siswa juga banyak tertarik menanyakan tentang bagaimana cara melanjutkan sekolah tinggi baik yang umum maupun di kementrian-kementrian, contohnya : STIP, STIS, STT Telkom, STIN, STAN, Akpol dan Akademi Militer serta sekolah-sekolah yang langsung bisa bekerja.

Pada saat pelaksanaan penyuluhan Kepala Sekolah SMAN 1 memberikan apresiasi yang baik terhadap kegiatan tersebut.                                                    (Galih Saputra).


Senin, 25 Januari 2016

PERHATIAN PEMDA PIDIE KHUSUSNYA KADIN KELAUTAN DAN PERIKANAN KURANG


MANA PERHATIAN KEPALA DINAS KELAUTAN DISAAT
Kapal banyak terbelengkalai 
di Pelabuhan Batee, akibat Banjir



Pemandangan gotong-royang ini adalah sekumpulan nelayan yang sedang menarik jaring/pukat untuk dikeluarkan dari kapal yang rusak. Pada hari Senin tanggal 25 januari 2016 Kapal Sabang milik pengusaha muda penangkapan ikan bernama Hasan di Gampong Meucat Kec. Batee mengalami kandas di Kuala ( muara) Batee. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada palka dan geladak kapal. Kapal (boot biasa masy Aceh menamainya) mengalami kandas dan bocor akibat palka yang menabrak karang. Kata Hasan “terpaksa kami menambal geladak dengan tumpukan karung berisikan bers, bila beras mulai mengembang disitulah lubang kebocoran akan tertutup, kapal kami sekarang penuh air dan pasir, harus diangkat dan diperbaiki”. Para nelayan seperti tampak di gambar sedang bahu-membahu menarik pukat dan seluruh isi kapal. Rencananya kapal ini akan libur sebulan, untuk mengalami perbaikan dan perbaikan geladak.

            Hal seperti ini yang sering dikeluhkan oleh para nelayan seperti Hasan. “ Kami butuh uluran tangan pemerintah untuk membuatkan kami pelabuhan kecil, TPI dan perbaikan dinding tepi sungai yang sudah jebol karena itu dapat mengakibatkan tanah longsor sehingga muara akan menjadi dangkal.l” ujar Hasan kepada Lintaspidie. Karena dengan adanya sungai Batee ini, para nelayan bisa merapat ke daratan dan membongkar muatan kapal. Nelayan menjadi mudah dalam jual beli ikan  Pelabuhan sederhana hasil swadaya masyarakat sendiri belum pernah ada bantuan dari pemda sedikutpun, saat banjir kemarin Kepala dinas kelautan hanya lewat saja di pelabuhan Batee tidak mampir, apa yang salah terhadap masyarakat Batee seolah olah kami di anak tirikan padahal hampir 70% hasil ikan dilaut  berasal dari sini.  mana janji saat kampanye dulu ,....sekarang masyarakat Batee banyak menjerit tidak satupun pejabat yang lihat kami   . (Eno F)

Minggu, 24 Januari 2016

PANTAI PERAWAN YANG BELUM TERJAMAH

Potensi Wisata Pantai Pasie Peukan Barue Pantai Perawan yang belum terjamah oleh Investor.



               seperti cerita cerita yang lalu bahwa Kab Pidie banyak memiliki keindahan dan keunikan tersendiri pantai pantainya dan masing masing pantai memiliki kisah dan sejarahnya seperti pada kisah cerita salah satu warung kupi  mama Ka'dah baru berdiri 3 tahun lalu yang lalu dimana sebelumnya keberadaan warung ini berada jauh di belakang  dari bibir pantai, sekitar di awal tahun 2011 sebagian dari pendudk aseli kawasan ini sudah mulai memberanikan diri mendirikan gubug atau warung kupi,dekat bibir Pantai atau tanggul pantai dan salah satu yang ditemui penulis adalah mama Ka'dah dimana mama Ka'dah merupakan seorang Janda yang berusia 39 th dengan memliki anak 3 orang ( 1 Kuliah di Banda, 1 sekolah SMU dan yang paling kecil masih kelas 4 SD) mama Ka'dah ini juga salah satu korban dari bencana Tsunami dimana suatu hari pada tanggal 24 Des 2004 pkl 07.00 wib sang suami dari mama Ka'dah berangkat menuju laut untuk menjaring ikan sekitar pukul 09.30 wib terjadilah bencana alam Tsunami yang membuat keadaan menjadi berubah secara seketika namun sang suami dari mama Ka'dah selamat dan terdampar sekitar 24 KM dari Pasee   tepatnya di daerah Pantai Ujung Fi Laweng dan beberapa hari kemudian yang bersangkutan kembali ke daerah asalnya dan didapati semua rata dengan tanah keadaan tersebut membuat sang suami dari mama Ka'dah menjadi shock dan strees, akan tetapi ybs masih diberi keberuntungan yaitu masih dapat bertemu dengan sanak keluarganya termasuk sang Istri dan kedua anaknya saat mencari di posko penampungan yang disediakan oleh Pemerintah ataupun sukarelawan..


.             semenjak pasca tsunami bebrapa bulan kedepan  keadaan sang suami mulai berubah hingga mengalami gangguan kejiwaan sampai beberapa tahun kemudian, akhirnya sang suami entah pergi kemana hingga sekarang  demikian kisah pilu yang disampaikan mama Ka;dah pada Penulis

selanjutnya mama Ka'dah berjuang keras membanting tulang seorang diri demi menghidupi keluarganya dengan 3 orang anak hingga sekarang, tahun beganti tahun kehidupan semakin membaik dan mampu membiaya nafkah bagi keluarganya, keadaan semakin baik menurut Mama Ka'dah sekitar  4 tahun setelah adanya perjanjian perdamaian antara Pemerintah RI dan GAM sehingga masyarakat tidak kuatir dan takut lagi keluar mencari nafkah dan mama Ka'dah mengucapkan terima kasih kepada kedua belah pihak yang mau bersama sama menghentikan pertikaian bersenjata yang hanya justru membuat rakyat aceh menderita, sejak saat itulah kehidupan kami berangsur angsur kembali normal  sambil menitikan air matanya dengan lirih menyampaikan kepada penulis untuk mengucapkan beribu ribu terima kasih kepada NKRI.

             Mama Ka.dah menginginkan bila Pemerintah Daerah mau mengembangkan Potensi Pantai ini maka akan meningkatkan taraf hidup masyarakat Pantai yang sebagian besar adalah korban Tsunami. Lokasi ini banyak didatangi oleh masyarakat sekitar terutama bila sore hingga malam hari bila air pasang banyak warga yang datang untuk memancing oleh sebab iti mama Ka'dah mencoba membuka semacam pos kecil bagi warga yang ingin memncing ke tengah laut dengan fasilitas kapal kapal nelayan.  waaah pokoknya asyyik sekali bila kita punya Hobi memancing, umpan udang hidup, alat pancing dan perahu kami siapkan dehh ujar mama Ka'dah dengan wajah yang gembira.


Pokoknya kami akan selalu mendukung program program Pemerintah RI karena tidak ada satupun program dari Pemerintah RI yang mensengsarakan rakyat semua demi kesejahteraan rakyat banyak. demikian mama Ka'dah mengakhiri ceritanya.         aeg ateam

Sabtu, 23 Januari 2016

Pantai Pelangi Sigli

 KAWASAN WISATA KELUARGA
 PANTAI PELANGI SIGLI
 NAN EKSOTIS




               salah satu kawasan wisata di Kab Pidie adalah di Pantai Pelangi, nama yang unik konon ceritanya bahwa pantai tersebut bila setelah hujan selalu menampakan Pelangi yang begitu jelas dan indah termasuk 2 hari sebelum Tsunami (24 Des 2004) pantai ini menampakan pelangi meskipun pada saat itu tidak hujan atau gerimis.   eksotis alamnya yang begitu indah pandangan lepas ke arah laut cina ditambah dengan pepohonan cemara menambah nikmatnya mata memandang dibalut dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan minuman menambah suasana santai cocok sebagai hiburan alternatif bagi keluarga.


 dengan letaknya persis di depan Pendopo Bupati dan di samping kiri Pendopo Wakil Bupati menjadi menambah nilai plus untuk kawasan ini, namun sayangnya pemerintah daerah kurang memaksimalkan kawasan ini, bila di buatkan semacam kios atau tenda yang berwarna sama untuk para pedagang akan semakin apik kerapiannya, tong tong sampah ditaruh di sepanjang taman atau jalan sehingga mempermudahkan pengunjung untuk membuang sampah dan penerangan yang sangat kurang terutama malam hari sangat gelap sehingga dapat dimanfaatkan pasangan muda mudi atau lainnya untuk bebuat hal hal yang negatif menurut cerita dari salah satu Tokoh Masyarakat dan pemuka Agama  yang namanya tak mau dicantumkan kita sebut saja Bpk Polan "bahwa sebenarnya jalan tersebut sudah di beri penerangan lampu namun oleh beberapa oknum masyarakat lampu lampu tersebut diambil alias dicuri atau di lempari batu agar gelap.... disanyilir orang orang tersebut senagaja memnfaatkan situasi atau menjebak pasangan muda mudi untuk berbuat sesuatu lalu mereka memerrgoki dan menangkap selanjutnya di peras atau sebelumnya bayar pajak ke mereka agar aman dan dijaga oleh mereka, termasuk daerah kawasan kuburan cina dekat Water Park Sigli modus operandinya sama  ada beberapa nama biang keladinya dan sudah dikantongi oleh saya  ujar bapak Polan ini yang informasi ini sudah OK dan valid tinggal tertangkap tangan saja, disana merupakan wisata sejarah karena bekas Bunker jaman belanda..
.
           bayangkan untuk Kab Pidie yang membawahi 23 Kec hanya memiliki jumlah Satpol PP dan Pol Syariah sa'at ini kurang lebih sekitar 80 orang saja sehingga untuk patroli rutin tertama malam hari jarang dilakukan ditambah anggaran yang terbatas serta gaji mereka yang rata rata hanya Rp !,2 Juta saja per bulan,. sedangkan tugas mereka menegakan Peraturan Daerah sehingga perlunya kerjasama Masyarakat, Pemda serta unsur unsur lainnya untuk bersama sama bersinrgi menjaga lingkungan dan kebersihan.serta keindahan Kota Sigli khususnya pantai pelangi ini, ini tahak kita lahir disini besar disini mencari nafkah disini serta kelak dimakamkan disini jadi kami selaku Tokoh siap untuk membantu dan mensosialisasikan kepada Masyarakat dalam setiap kesempatan. begitulah bapak polan sangat semangat sekali bercerita pada penulis.

           tempat ini sangat bagus bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kegiatan Karang Taruna atau Osis dalam mengkreasikan ide idenya dalam menciptakan atau menanmkan cinta tanah air dan berkebangsaan agar genarasi muda khususnya Kab Pidie menambah wawssan ttg jiwa Nasionalisme dalam satu bingkai NKRI,.........siapa lagi kalau bukan mereka mereka yang nantinya menjadi pimpinan pimpinan di Kab Pidie bahkan di Provinsi lainnya. mari kita semua mengajak  untuk peduli terhadap lingkungan dan genarsi muda untuk siap tampil didepan dengan Garuda didadaku Merah Putih kebangganku.               

aku bangga menjadi putra aseli Aceh Pidie.      Amp Llah Yusuf










Ulama Ahlus Sunnah Walja'maah : Perkembangan Syiah dan Wahabi di Aceh Membuat Warga Gelisah

Seiring masuknya berbagai faham Islam seperti aliran Syiah dan Wahabi di Indonesia khususnya di provinsi Aceh, telah menimbulkan embrio kegelisahan yang melahirkan aura konflik SARA dikalangan masyarakat Aceh.  Beberapa kalangan Ulama Ahlus Sunnah Waljamaah di Aceh, menilai saat ini marak berkembang pemahaman, pengamalan dan penyiaran yang menjurus kepada penyimpangan aqidah dan Akhlakul Karimah yang akan berdampak mengganggu ketertiban, kedamaian dan ukhuwah masyarakat 


Ekses berkembangnya faham tersebut di Aceh, sekitar bulan Oktober 2015,  bertempat di makom Syiah Kuala, Banda Aceh, ribuan umat Islam masyarakat Aceh berfaham Ahlus Sunnah Waljama'ah dipimpin beberapa tokoh ulama besar maupun Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) seperti Abon Seulimum (pimpinan dayah Seulimum), tgk. Husaeni Awahab (Wakil Ketua PB. Huda), tgk. Bulkaeni Tanjungan (sekjen Huda),  tgl Muslim At Thahiri MA (ketua FPI Aceh) tgk. Ali Basyah Usman (ketua PB. MUNA) dan tgk. Haji Mujakir Manaf (wakil gubernur Aceh) melakukan aksi damai pawai akbar perlawanan dan penolakan keberadaan faham Syiah dan Wahabi di Aceh.
Berdasarkan wawancara awak KPK dengan nara sumber, koordinator acara pawai akbar menolak Komunis, Syiah dan Wahabi di Aceh, tgk. H. TU Bulkaeni Tanjungan, pengurus besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB_Huda), aktif di organisasi Nahdatul Ulama (NU) juga merupakan pimpinan salah satu dayah Al Iklas Al Azizah Loeng Bata Banda Aceh) menyampaikan statemen bahwa :
Menyikapi permasalahan maraknya aliran  Islam yang dinilai menyimpang dengan normatif ideologis muslim faham Ahlus Sunnah Waljamaah di Indonesia, pihak lembaga Majelis Permusyawaratan Umat (MPU) Aceh telah menindaklanjuti dengan mengeluarkan Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh No 09 tahun 2014 tentang Pemahaman Pemikiran Pengamalan dan Penyiaran Agama Islam di Aceh. 
Adanya konflik kepentingan dan beda pemahaman yang menjurus kepada penyimpangan aqidah tersebut, lembaga MPU mengeluarkan himbauan yang intinya :

 
1.   Agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan terpancing dengan isu-isu keagamaan sehingga menimbulkan tindakan anarchis yang merugikan.
Tentu saja apapun permasalahan bisa di selesaikan secara arif dan bijaksana dengan mengacu kepada payung hukum legalitas formal sisi ideologis dan kearifan lokal wilayah Aceh karena Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Al'aamiin...(Hendra, staf redaksi KPK / perwakilan Aceh_Banda Aceh-Aceh Besar).


  • Negara Indonesia ini bukan negara Mualaf, tapi lahir dari Ahlul Bait, yang membawa Islam ke Indonesia. Syiah maupun Wahabi lahir atas konsfirasi Yahudi, Masyarakat aceh dan Indonesia umumnya bukan orang yang baru memeluk Islam (muallaf) tetapi keyakinan dan aqidah mereka terhadap Islam sudah sangat kokoh, berakar tidak perlu diragukan lagi keislaman dan aqidah mereka. Mereka menerima Islam dan aqidah Ahlussunnah waljamaah dari sumber terpercaya yaitu para Ulama /Habaib yang datang langsung dari Mekah, Madinah dan Hadramaut.
  • Demi keutuhan Indonesia dan menyelamatkan terjadinya konflik SARA di Indonesia, paham yang menyimpang tidak boleh tumbuh di Indonesia karena akan menimbulkan pertentangan dan perpecahan diantara umat Islam.
  • Kalau menilai dari alur masuk Syiah di Indonesia, skenarionya jelas semua bersumber dari kelompok Wahabi dengan cara mensyiahkan dulu umat Muslim.

2.   Meminta kepada kelompok masyarakat yang terlanjur mengikuti ajaran yang menyimpang agar segera bertobat dan membekali diri dengan ajaran yang benar.
3.   Meminta semua pihak terkait menjaga ketertiban, kedamaian dan ukhuwah.
4.   Meminta pemerintah segera menutup pengajian, penyiaran dan ceramah yang difatwakan sesat oleh MPU Aceh.

Makna Historis, Sosiologis dan Psikologis Tradisi Adat Peusejuk Pasca Menyerahnya Pelaku Kriminalitas di Aceh Timur.




Aceh-KPK :  Tradisi adat Peusejuk merupakan bagian dari tradisi adat Aceh yang sederhana namun bersifat sakral, cenderung diadakan oleh masyarakat maupun tokoh Agama setempat dengan harapan agar suatu niat baik yang akan dan sedang kita laksanakan mendapatkan berkah Allah SWT.   Seperti acara Peusejuk yang diadakan di dayah Al”Muhajirin desa Lampisang kecamatan Seulimum, Kab. Aceh Besar, hari Selasa, 19 Januari lalu, yang dimulai dari jam 16.50 wib s.d 17.30 wib, dipandu pimpinan Dayah, Abi Lampisang, terhadap mantan anggota kelompok Kriminal Raja Rimba, Aceh Timur, an. Nasrun alias si Kleung (anggota KPA Sago 27 Nurul A,lak kec. Rantau Perlak kab Aceh Timur), salah satu pelaku penculikan Marcom, warga Inggris, ahli Migas yang bekerja di Perusahaan PT. Medco E&EM Malaka  bidang Migas di Aceh Timur sekitar tahun 2013.  Acara tersebut langsung dihadiri Kadiv Humas Polda Aceh Kombes T. Saladin beserta rombongan mengunakan 2 unit mobil pribadi jenis kijang dan hadir juga sdr. M Ali Abdulah, 38th, Geuchik desa Beurandang kec. Rantau Perlak kab. Aceh Timur yang juga menjabat sebagai wakil ketua LSM Raja Wali Cipta.

Pasca pelaksanaan acara Peusejuk, Abi Lampisang menegaskan dan memberikan beberapa arahan tentang apa makna dilakukannya tradisi adat tersebut didayahnya, pasca menyerahnya anggota kelompok kriminal bersenjata sdr.  Nasrun alias si Kleung diantaranya bahwa :



  • Dengan dilaksanakannya Peusejuk atau tepung tawar di dayah Abi Lampisang Aceh Besar, semoga membawa berkah dan memberikan pelajaran agar pelaku sadar dan kembali hidup normal.  Ybs harus bersikap tawakal dalam menghadapi setiap permasalahan hidup, jangan terpengaruh dengan hal-hal yang menyimpang dari ajaran agama dan Negara.
  • Diharapkan ybs bisa mengajak dan memberikan nasehat agar kawan-kawannya untuk menyerahkan diri ke aparat terkait dan bergabung dengan NKRI dan kesalahannya tidak terulang kembali.
  • Ybs tetap menerima apapun hukuman yang diberikan oleh aparat kepolisian, dan bisa bersabar menerimanya.
  • Ybs tetap akan di arahkan dan diproses sesuai ranah hukum yang berlaku, namun niat baik ybs tetap menjadi pertimbangan meringankan bagi  kepolisian untuk proses hukumnya, apalagi ybs mempunyai itikad baik nuntuk menyerahkan 1 buah Granat tangan sebagai barang bukti milik ybs.
  • Pihak kepolisian berharap agar kelompok kriminal bersenjata, Raja Rimba cs yang masih berada diatas gunung bisa diajak untuk kembali kepada NKRI,  karena mereka malah susah sendiri dihutan, setelah tidak ada lagi yang bisa diajak berperang, sekarang malah berkelahi dengan saudara sendiri.


Atas pertanyaan yang diajukan awak KPK, Kadiv Humas Polda Aceh Kombes T. Saladin memberikan tanggapan bahwa Terlaksananya acara tradisi adat Peusejuk dengan menghadirkan pelaku kriminal dan kadiv humas Polda Aceh juga tidak terlepas dari peran M Ali Abdulah, Geuchik desa Beurandang kec. Rantau Perlak kab. Aceh Timur yang sekaligus menjabat sebagai wakil ketua LSM Raja Wali Cipta.   Atas nasihat dan  peran ybs lah, pelaku sdr. Nasrun bisa diajak untuk menyerahkan diri ke polisi.  M Ali Abdulah hanya berharap agar pemerintah maupun perusahaan PT. MEDCO E & M Malaka dan perusahaan lainnya, yang berada diseputaran Aceh Timur khususnya bisa memperhatikan nasib dan kesejahteraan rakyat sekitarnya dan para pelaku kriminal di Aceh yang note bene mantan kombatan GAM agar mereka tidak terpengaruh untuk berbuat kriminal

Kunjungan Dubes Finlandia Lars Backstrom pada 10 Tahun Perjanjian Damai Helsinki di Aceh




Pasca 10 tahun perjanjian damai Helsinki di bumi Serambi Mekah, kondisi pembangunan Aceh makin menuju ke arah yang lebih baik.  Menyikapi situasi Aceh terkini, Gubernur Aceh, Dr. Zaini telah menerima kunjungan tamu dubes Finlandia Lars Backstrom beserta Utusan Khusus Finlandia untuk Mediasi Perdamaian Asia dan Asia Tengah, Kementrian Luar Negeri Finlandia itu, bertandang ke Pendopo Gubernur Aceh ditemani Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Mrs. Paivi Hiltunen-Toiviso, guna membahas situasi Aceh terkini, Kamis (20/1).

Diakui nara sumber, dalam wawancara secara khusus dengan  awak KPK, Dubes Lars mengaku secara khusus datang untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Aceh setelah sekian lama atau 10 tahun usia perdamaian yang disepakati antara kelompok Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah RI di Helsinki.

“Perkembangan pembangunan di sini sangat menggembirakan dan proses integrasi mantan kombatan dengan masyarakat berjalan dengan baik,” kata Lars usai bertemu dengan Gubernur Zaini Abdullah.

Lars Bakcstrom mengapresiasi perdamaian yang dicapai antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia.  Menurutnya, Perdamaian dan MoU Helsinki sangat penting setelah konflik berkepanjangan terjadi di Aceh.

“Sejauh ini, saya lihat perdamaian Aceh sudah berjalan dengan baik, tentu banyak hal yang harus terus dibenahi pemerintah Aceh untuk menjadikan perdamaian yang kekal dalam naungan NKRI ujarnya lebih lanjut.




Sementara itu, Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah mengatakan, banyak perubahan terjadi di Aceh 10 tahun pasca perdamaian. Aceh sekarang sudah aman dan masyarakat hidup dengan tentram.

“Media internasional kadang berlebihan memberitakan kondisi Aceh dan membuat orang luar atau Investor takut datang. Tetapi setelah mereka melihat dan merasakan sendiri kondisi di Aceh, baru mereka percaya kalau Aceh sudah benar-benar aman, termasuk bagi investor,” kata  Gubernur Zaini kepada tamunya.

Gubernur Aceh yang akrab disapa Doto Zaini menjelaskan tentang otonomi khusus yang disertai dengan anggarannya. “Kita mengelola dana tersebut dengan baik agar tidak melenceng dari sasan dan merugikan kita semua, kalau dikelola pihak yang tidak pas” lanjutnya.

Terkait dengan perkembangan ekonomi, Gubernur mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai macam upaya dengan mengundang investor masuk ke Aceh dan meningkatkan perkembangan kemajuan dibidang Pariwisata khususnya di pulau Sabang.

Selain membahas perekonomian, politik, keamanan, Lars Backstrom sempat menyinggung pelaksanaan Syariat Islam dan peranan perempuan di Aceh kepada Gubernur Zaini Abdullah.

Gubernur dr. Zaini menanggapi bahwa penerapan Syariat Islam di Aceh hanya untuk Muslim dan Islam di Aceh tidak Radikal. Tdak ada diskriminasi terhadap perempuan di Aceh.

“ Sesuai ajaran Islam, bahwa wanita yang patut dijunjung tinggi adalah ibu, ibu, ibu, maka begitu juga di Aceh, perempuan sangat dihormati dan sangat berperan diberbagai aspek, kita memiliki walikota perempuan di Banda Aceh,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Walikota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin, Kadis Syariat Islam, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, Kadis Pariwisata, Reza Fahlevi, Badan Investasi dan Promosi Aceh, Anwar Muhammad, Kesbangpol Linmas, Nasir Zalba dan sejumlah SKPA lainya.

Motivasi gubernur dan masyarakat Aceh dalam menjaga semangat perdamaian di dalam Perdamaian Helsinki yang sudah berjalan 10 tahun, sangat patut mendapatkan apresiasi dan dukungan semua pihak sehingga harmonisasi Aceh dalam pangkuan NKRI menjadi lebih sinergis

(sumber Hendra, staf redaksi-Kaperwak Aceh).

AMPERA

RUMAH MAKAN AMPERA SIGLI
TEMPATNYA KAULA MUDA

rumah makan padang ini menyajikan bebagai masakan khas Padang dengan bumbu bumbu aseli dari Padang di tambah bumbu khas dari Aceh sehingga menambah citra rasa masakan kami sedikit bebrbeda ujar Bpk Ronald Roni sang pemilik
disamping itu Bpk Roni memilki ciri khas dalam menampilkan setiap masakan, dan sopan dalam menyambut para pelanggannya, keberhasilan yang bersangkutan dalam Kuliner merupakan perjuangan berat sejak 15 tahun yang lalu saat Ybs masuk pertama kalinya di wilayah Pidie khususnya di kota Sigli
kisah Bpk Roni saat itu ikut dengan saudaranya yang buka rumah makan tetapi tidak di Aceh kenangan saat beliau mengikuti saudaranya banyak asam garam yang dirasakan dimulai dari membedakan menu masakan hingga waktu luang yang untuk bersantai   kejadian kejadian inilah yang membuat Bpk Roni bersumpah bila suatu saat nanti saya berhasil membuka atau memliki Rumah Makan akan menjadikan karyawanya sebagai saudara dan mitra usaha, sehingga akan terjalin cinta kasih yang akrab.  mengenai bumbu bumbu yang diraciknya sendiri agar citra rasa memliki khas tertentu di bandingkan Rumah Makan lainnya  kalau tidak percaya silahkan rekan rekan mampir ke rumah makan AMPERA tepat di Ruka Sigli 
yang bersangkutan menitip pesan bahwa kami bisa melayani dan pesan nasi kotak/bungkus dengan harga bersaing dengan rasa pas di lidah serta kotak/bungkus yang menarik
Bpk Roni memliki sifat pandai bergaul dan membawa diri mulai dari masyarajat, Institusi dan Birokrat  ooohya ybs juga termasuk sebagai seksi PiaR dari Persatuan Padang Sigli. sehingga banyak kalangan yang kenal terhadap belaiaunya,  demikian hasil wawancara kami kepada pemilik Ampera yang memliki badan yang Atetis,.......                                                            aeg.a team

Jumat, 22 Januari 2016

Tentang Kabupaten Pidie




Kabupaten Pidie adalah salah satu kabupaten di AcehIndonesia. Pusat pemerintahan kabupaten ini di Sigli. Dua pertiga masyarakat kabupaten ini ada di perantauan, buat masyarakat wilayah ini merantau adalah sebuah kebiasaan yang turun temurun untuk melatih kemandirian dan keterampilan. Masyarakat wilayah ini mendominasi pasar-pasar di berbagai wilayah Aceh dan sebagian kecil sumatera utara dan negeri tetangga malaysia. Selain itu, wilayah ini juga terkenal sebagai daerah asal tokoh-tokoh terkenal Aceh, seperti Gubernur Militer Aceh Daud Beureueh, Mr Teuku Mohammad Hasan, ProffesorIbrahim Hasan, DR Hasballah M Saad, DR Hasan TiroZaini Abdullah, DR (HC) Sanusi Juned Ph.D, Ismail Hassan Metareum dan pengusaha Ibrahim Risjad (Richard).

Letak Daerah
04,30° – 04,60° Lintang Utara ; 95,75° – 96,20° Bujur Timur
Luas Daerah
3.562,14 Km2
Batas – Batas Daerah
Sebelah Utara dengan Selat Malaka
Sebelah Selatan dengan Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya
Sebelah Timur dengan Kabupaten Pidie Jaya
Sebelah Barat dengan Kabupaten Aceh Besar
Iklim
Iklim Tropis (Dataran Rendah/Pesisir Pantai) ; Iklim Sejuk (Dataran Tinggi /Lembah/Pegunungan)
Curah Hujan dan Suhu Rata-Rata
Curah Hujan 1.482 mm pertahun ; Suhu rata-rata 24° – 32° C
Panjang Pantai dan Sungai
Sungai 567, 40 Km ; Pantai 122 Km
Jenis Tanah
Alluvial (Kembang Tanjong, Pidie, Simpang Tiga);
Hydromof (Pekan Baro,Geulumpang Tiga, Mutiara, Titue, Keumala, Tiro Truseb, Muara Tiga) ;
Podsolik (Padang Tiji, Indra Jaya, Tangse)
Penggunaan Tanah
Sawah 29.391 Ha ; Pekarangan 9.175 ; Tegalan/Kebun 26.857 ; Ladang/Huma 19.772 ; Padang Penggembalaan 16.194 ; Hutan Rakyat 23.782 ; Hutan Negara 81.448 ; Perkebunan 21.212 ; Rawa-Rawa 2.128 ; Tambak 2.890 ;
Tebat/Empang 162 ; Pemukiman 30.714 ; Belum diupayakan 78.093
Administrasi Pemerintahan
23 Kecamatan ; 94 Kemukiman ; 730 Gampong
Jumlah Penduduk dan Kepala Keluarga
220.917 jiwa laki-laki ( 49,78 % ) + 222.801 jiwa perempuan ( 50,22 % ) = 443.718 jiwa ; 117.592 KK
Kepadatan, Laju Pertumbahan Penduduk dan Jumlah Jiwa/KK
Kepadatan 124 jiwa / Km2 ; Laju pertumbuhan 2,29 % ; ­+ 4 Jiwa / KK
Kecamatan dan Jumlah Penduduk
Batee 20.405 Jiwa ; Delima 22.986 ; Geumpang 6.657 ; Glumpang Tiga 19.542 ; Indra Jaya 24.987 ;
Kembang Tanjong 22.561 ; Kota Sigli 22.311 ; Mila 10.221 ; Muara Tiga 19.367 ; Mutiara 21.267 ; Padang Tiji 23.575 ; Peukan Baro 20.314 ; Pidie 45.630 ; Sakti 21.752 ; Simpang Tiga 24.180 ; Tangse 27.720 ; Tiro/Truseb 8.298 ;
Keumala 10.468 ; Mutiara Timur 36.451 ; Grong-Grong 7.018 ; Mane 9.391 ; Glumpang Baro 11.439 ; Titeue 7.178
Kelompok Umur
0-4 Thn 34.296 Jiwa ; 5-9 Thn 42.433 ; 10-14 Thn 42.433 ; 15-19 Thn 41.190 ; 20-24 Thn 43.501 ; 25-29 Thn 44.798 ; 30-34 Thn 39.172 ; 35-39 Thn 32.514 ; 40-44 Thn 27.837 ; 45-49 Thn 20.968 ; 50-54 Thn 19.253 ; 55-59 Thn 14.938 ; 60-64 Thn 12.670 ; 65-69 Thn 8.814 ; 70-74 Thn 8.183 ; Diatas 74 Thn 10.185
Persentase Pemeluk Agama
Islam 99,95 % ; Kristen 0,01 % ; Khatolik 0,01 % ; Hindu 0,01 % ; Budha 0,02 %
Tingkat Pendidikan
Strata 3 = 16 Jiwa ; Strata 2 = 462 ; Srata 1 = 12.137 ;
D-III = 7.107 ; D-II = 6.506 ; SLTA = 94.284 ; SLTP = 79.226 ; SD = 90.451;
Tidak Tamat SD = 64.650 ; Belum Sekolah = 88.135
Mata Pencaharian
PNS 9.545 Jiwa ; TNI 964 ; POLRI 1.075 ; Pensiunan 3.523 ; Ibu Rumah Tangga 70.703 ; Pelajar/Mahasiswa 112.834 ; Perdagangan 2.570 ; Petani/Pekebun 60.963 ; Peternak 125 ; Nelayan 3.929 ; Industri 143 ; Konstruksi 88 ;
Transportasi 261 ; Kary.Swasta 1.685 ; Kary.BUMN 300 ; Honorer 3.516 ; Buruh Harian Lepas 2.516 ; Buruh Tani 4.722 ; Buruh Perikanan 649 ; Buruh Peternakan 38 ; Pembantu Rumah Tangga 244 ; Tukang Cukur 142 ; Tukang Listrik 86 ; Tukang Batu 518 ; Tukang Kayu 1.654 ; Tukang Sol Sepatu 26 ; Tukang Las 182 ; Tukang Jahit 1.052 ; Tukang Gigi 9 ; Penata Rias 18 ; Penata Busana 11 ; Penata Rambut 33 ; Mekanik 439 ; Seniman 34 ; Tabib 20 ; Perajin 6 ;
Perancang Busana 6 ; Penerjemah 3 ; Imam Mesjid 57 ; Pastor 1 ; Wartawan 33 ; Ustaz/Mubaligh 794 ; Juru Masak 19 ; Promotor Acara 1 ; Agt. DPR-RI 5 ; Bupati 1 ; Wakil Bupati 1 ; Agt. DPRA 6 ; Agt DPRK 45 ; Dosen 79 ; Guru 4.005 ; Pengacara 13 ; Notaris 5 ; Arsitek 6 ; Akuntan 1 ; Konsultan 21 ; Dokter 112 ; Bidan 511 ; Perawat 295 ; Apoteker 15 ; Penyiar TV 2 ; Penyiar Radio 7 ; Pelaut 50 ; Peneliti 9 ; Sopir 2.771 ; Pialang 6 ; Paranormal 11 ; Pedagang 11.766 ; Perangkat Gampong 124 ; Keuchik Gampong 209 ; Wiraswasta 36.668 ; Belum Bekerja 101,244 ; Lain-lain 99
Sarana Ibadah
Masjid 181 unit ; Meunasah 1.023 ; Mushalla 121
Sarana Pendidikan Keagamaan
Pesantren 242 unit ; Balai Dayah 85 ; Balai Pengajian 379 ; Majelis Taqlim 980
Sarana Pendidikan
TK/RA 70 unit ; SD 277 ; SMP 54 ; SMU 26 ; SMK 8 ; MIN 53 ; MIS 8 ; MTsN 13 ; MTsS 13 ; MAN 8 ; MAS 5 ; Universitas/PT 2 ; Akademi 7
Sarana Kesehatan
Pukesmas 26 unit ; Pukesmas Pembantu 70 ; Poskesdes 79 ; Posyandu 764 ; Polindes 79
Tenaga Kesehatan
Spesialis Kandungan 4 orang ; Spesialis Peny.Dalam 2 ; Spesialis Anak 2 ; Spesialis Mata 2 ; Spesialis THT 2 ;
Spesialis Jiwa 2 ; Spesialis Syaraf 3 ; Spesialis Ortopedi 1 ; Spesialis Bedah 2 ; Spesialis Urologi 1 ;
Spesialis Patologi Klinik 1 ; Spesialis Radiologi 1 ; Dokter umum 76; Dokter Gigi 10
Potensi Alam
Tanaman Pangan (Padi, Kedelai, Kacang Tanah, dan Jagung), Palawija (Cabe, Tomat, Bawang Merah, dan Tomat), Hortikultura (Melinjo, Durian, Rambutan, Jeruk dan Mangga). Perkebunan (Kopi, Kelapa, Pinang, Kakao, Kemiri, Randu dan Nilam). Peternakan (Sapi, Kerbau, Kambing, Ayam dan Itik). Pariwisata (Air Terjun, Kolam Air Panas, Situs Bersejarah dan Pantai), Kehutanan (Kayu, Rotan, Flora dan Fauna). Bahan Tambang/Galian ( Emas, Timah, Tembaga, Mangan, Pasir Besi, Batu, Gamping, Batu Gip Promium, Molidenium, Fosfat, Tanah Liat, Supertenit, Borit, Batu Sabak,) dll
Potensi Pertanian
Luas Sawah 29.391 Ha terdiri dari sawah berpengairan :
Teknis 3.700 Ha ; Semi Teknis 15.522 Ha ; Sederhana 6.365 Ha ; Non PU 1.932 ; Tadah Hujan 1.958 Ha
Sawah yang ditanami Dua Kali Setahun seluas 17.553 Ha dan yang Satu kali Setahun 13.584 Ha
Jenis atau Varietas yang dianjurkan : Ciherang, Mikongga, Cigeulis, Impari 13 (Padi) ;
Anjasmoro, Kipas Merah, Kipas Putih, Mutiara (Kedelai) ; Bisi 2, Bisi 9, Pioneer 21 (Jagung)
Potensi Peternakan
Sapi 65.660 ekor ; Kerbau 16.858 ; Kambing 68.111 ; Domba 4.028 ; Ayam Buras 556.887;
Ayam Broiler 129.816 ; Ayam Ras 3.630 ; Itik 498.764 ; Puyuh 4.520 ; Angsa 2.780
Potensi Industri Pangan
Emping Melinjo 1.326 unit usaha ; Bubuk Kopi 14 ; Kerupuk Kulit 5 ; Tempe 18 ; Tahu 4 ; Asam Kana 3 ; Roti Kering 5 ; Roti Basah 3 ; Dodol Halua 38 ; Kerupuk Tepung 4 ; Pengupasan Kopi ; Pengupasan Kacang 7 ; Kipang Beras/Kacang 3 ; Peyek Kacang 12 ; Es Lilin 6 ; Es Balok 3 ; Tepung Beras 19 ; Sirup/Limun 4 ; Kacang Asin 5 ; Keripik Pisang 6 ;
Kerupuk Ubi 3 ; Bumbu Masak 8 ; Pengasinan Ikan 5 ; Emping Beras 6 ; Air minum isi ulang 76 ; Mie Basah 12 ;
Jamu Bubuk 1 ; Garam Rakyat 358 ; Coklat 1
Potensi Wisata
Monumen Tsunami (Kota Sigli) ; Air Terjun, Kolam Air Panas, Krueng Geunie, Arung Jeram (Tangse) ;
Guha Tujoh (Laweung) ; Masjid Po Teumeureuhom (Mutiara Barat) ; Tungkat Po Teumeureuhom (Masjid Labui) ;
Pantai (Kota Sigli, Mantak Tari) ; Benteng Kuta Asan (Lampoh Lada) ; Rumah Adat Bentara Pineung (Pekan Baro) ; Rumah Adat Bentara Blang (Simpang Tiga) ; Situs bersejarah lainnya berupa Masjid dan Makam Para Ulama, Syuhada dan Raja/Bangsawan (tersebar di beberapa Kecamatan)
Koperasi
KUD 32 unit ; Non KUD 489 unit ; Jumlah Anggota 38.185 orang
Pasar
Pasar Tradisional 32 unit ; Pasar Lokal 10 ; Pasar Swalayan/Toserba 17 ; Pasar Grosir 4 ; Pertokoan 3.200
Perbankan
Bank Aceh ; Bank Aceh Syariah ; Bank BRI ; Bank BNI ; Bank Syariah Mandiri ; Bank Mandiri ; Bank BTPN ; Bank Pundi ; Bank Danamon, Bank BPR Tgk Syik Pante Kulu ; Bank Mustakim
Jalan
Panjang Jalan Negara 96,00 Km ; Jalan Provinsi 267,58 Km ; Jalan Kabupaten 1.084,150 Km ;
Jalan Gampong 1.798,03 Km
Transportasi
Angkutan Barang & Jasa 752 unit ; Bus Besar 112 ; Bus Kecil 25 ; Labi-labi 366 ; Truk Sedang 46 ; Truk Besar 30 ;
Pick Up Kecil 153 ; Becak 302
Perhotelan
Riza Hotel ; Grand Blang Asan Hotel ; Hotel Cempaka ; Losmen Paris ; Losmen Batik ; Losmen Mali ; Losmen Mali II ; Wisma Mutia ; Wisma Seulawah ; Wisma Dian ; Wisma Safira
(Sumber Pemkab Pidie)